Penghapusan 5 Trayek Angkot Ditolak

 287 total views,  2 views today

Aksi Aliansi Trayek Plaju, Tolak Penghapusan Trayek Angkot | Dok KS

Aksi Aliansi Trayek Plaju, Tolak Penghapusan Trayek Angkot | Dok KS

PALEMBANG, KS – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk menghapuskan lima trayek angkutan kota (angkot) di kota empek-empek ini mendapatkan reaksi keras dari sopir angkot. Senin (3/2), puluhan sopir dan kernet angkot yang tergabung dalam Aliansi Trayek Plaju, melakukan aksi di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Dalam aksinya, mereka meminta pemkot membatalkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Palembang Nomor 1465 tahun 2009 tentang Penghentian, Peremajaan dan Penggantian Kendaraan. Mereka juga menolak penghapusan lima trayek angkot.

Herman, koordinator aksi ( (Korak) menyebut, penghapusan lima trayek angkot telah membuat keresahan dikalangan sopir dan kernet angkot di Palembang secara luas. Sebab menurutnya, bukan tidak mungkin kedepannya semua trayek angkot akan dihapuskan.

“Kami melakukan aksi ini, bukan hanya atas nama sopir dan kernet, melainkan atas nama mayarakat Palembang, kebijakan yang di ambil wali kota sangatlah tidak berpihak kepada masyarakat,”ungkapnya saat dibincangi usai melakukan aksi.

Menurut Herman, jika lima trayek tersebut dihapuskan, maka banyak sopir dan kernet yang akan menganggur akibat kebijakan pemkot yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil tersebut.

“Berdasarkan data yang yang kami miliki, jumlah angkot di Palembang sekitar 1700 unit. Artinya jika kebijakan tersebut, dilaksanakan maka pemkot sama saja menutup rezeki kami sebagai sopir dan kernet,” ucap Herman.

Sambung Herman, kesemrawutan Kota Palembang, jangan semerta-merta kesalahannya dilemparkan kepada angkot. Wali Kota  Palembang kata Herman, sebagai pemimpin harusnya bijak dalam mengurai kemacetan ini dengan cara mencari solusi yang baik. “Penghapusan lima trayek angkot itu, bukan solusi. Rencana mengalihkan trayek, juga tidak masuk akal. Karena pasti trayek baru tersebut, akan sepi penumpang,” kritiknya.

Menanggapi ini, Asisten IV Pemkot Palembang, Asnawi P Ratu menyebut, permohonan sopir angkot tersebut akan di sampaikan ke wali kota terlebih dahulu. Menurutnya pihaknya tidak bisa langsung mengambil keputusan,  karena itu akan dirapatkan terlebih dahulu. “Kami minta waktu dua minggu untuk memproses tuntutan ini, jadi kami harapkan mereka para sopir dan kernet bersabar,” harapnya.

Asnawi menyebutkan, Pemkot Palembang tidak mengambil keputusan dan bertindak tidak bisa semena-mena, harus jelas payung hukumnya. “Jadi jika mereka menuntut di luar ketentuan hukum, maka akan sulit. Karena dengan adanya perwali itu jelas aturannya,” sebutnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Masripin Toyib mengatakan, Perwali Nomor 1465 tahun 2009 tersebut, sudah berjalan enam tahunan, dan berjalan lancar-lancar saja selama ini.

“Sebenarnya dengan penghapusan lima trayek itu, pemkot juga memberikan solusi dengan membuka delapan trayek baru. Jika memang rute baru itu, tidak menguntungkan mungkin kedepannya akan kita carikan rute-rute baru,” bebernya.

Masripin merincikan, lima trayek angkot yang dihapuskan adalah, trayek KM 5-Ampera, dengan jumlah angkot 230 unit,  Plaju-Ampera dengan jumlah angkot 195 unit, Kertapati-Ampera 192 unit,  Bukit-Ampera 75 unit dan Talang Betutu-Way Hitam 83 unit.

“Total kendaraan sekitar 775 unit,” bebernya.

Sementara delapan rute baru, Masripin yakni  Bandara Lama-Alang-Alang Lebar (AAL), Talang Kelapa-AAL, Talang Jambe-AAL, Perumdam (Talang Buruk)-Jalan Kol H Burlian, Sukabangun II-KM 5, Jalan Sosial-KM 5, Tegal Binangun-Plaju Laut,  Kertapati- Panca Usaha, Makrayu-Bukit Besar dan terakhir Way Hitam – KM 5. “Cukup banyak trayek baru yang diberikan, yakni delapan trayek, kami menilai itu juga berpotensi bagi para sopir,” tukasnya.

 

TEKS               : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster