Panwaslu Pastikan Ada Pelanggaran

 167 total views,  4 views today

panwaslu

BANYUASIN, KS – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuasin, memastikan adanya pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh oknum calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar, Herawati. Hal ini terungkap usai menerima kedatangan caleg yang masih duduk sebagai anggota DPRD Banyuasin tersebut, untuk mengklarifikasi beredarnya formulir calon penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kecamatan Makarti Jaya, Senin (3/1).

Herawati yang tiba di kantor Panwaslu Banyuasin sekitar pukul 12.15 WIB, dengan mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dengan jilbab warna putih bermotif hitam, langsung masuk ke kantor Panwas dan menghadap anggota Panwaslu Divisi Penegakan Hukum, Anilah Ishak.

Klarifikasi yang berlangsung tertutup untuk wartawan itu baru usai setelah sekitar 2,5 jam. Anilah, usai meminta klarifikasi kepada Herawati, menegaskan Panwaslu menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan caleg Dapil 3 Banyuasin itu.

Sayangnya, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi atau mengeluarkan rekomendasi pencoretan namanya ke KPU, mengingat bukti yang ada tidak cukup kuat. Dia mengatakan, pelanggaran yang dilakukan Herawati, yakni dengan mendompleng program pusat berupa BSM seolah-olah programnya.

“Melanggar itu pasti, karena dana BSM itu kan program pemerintah, kenapa caleg yang mensosialisasikan. Pertanyaan ini juga yang kita tanyakan pada yang bersangkutan, saat klarifikasi tadi. Kenapa kita nilai dia melanggar, karena dia mendompleng program pusat untuk kepentingan pencalegan. Tapi formulir yang ada itu, tidak cukup kuat. Karena untuk menyatakan melanggar, butuh bukti-bukti yang kuat untuk memperkuat bukti yang sebelumnya,” jelas Anilah.

Anilah menambahkan, dalam klarifikasi tersebut dirinya mengajukan 10 pertanyaan, dan yang bersangkutan mengaku sudah menarik kembali formulir yang telah beredar di masyarakat, jumlahnya sekitar 400 lembar.

“Herawati mengaku sudah menarik sekitar 400 lembar formulir yang sudah terlanjur beredar dimasyarakat. Apakah nantinya formulir itu akan dimusnahkan atau tidak, itu dikembalikan lagi pada yang bersangkutan. Sebab kita tidak bisa juga menyita lantas memusnahkan, karena permasalahan ini sifatnya temuan, bukan laporan. Tetapi yang pasti, dia mengaku tidak akan melakukan sosialisasi BSM itu,” beber Anilah.

Kemudian, untuk nama caleg DPR RI, Kahar Muzakar yang foto dan namanya ada dalam formulir yang dipermasalahkan itu, juga telah diundang untuk datang ke Panwaslu guna mengklarifikasi.

“Kita tunggu dulu apa pembelaan Kahar Muzakar, karena Herawati mengatakan formulir itu hanya untuk mensosialisasikan BSM, dan dia menolak jika dikatakan menjanjikan kepada masyarakat akan mendapatkan BSM, jika dirinya nantinya terpilih. Dia mengaku tidak pernah menjanjikan, hanya sebatas sosialisasi saja,” tegas wanita berjilab ini.

Sementara itu, Herawati tak banyak berkomentar saat dimintai tanggapannya terkait pemeriksaan dirinya tersebut. Menurut anggota Komisi II DPRD Banyuasin ini, formulir yang ada sudah ditarik seluruhnya dari masyarakat. Namun, untuk kepastian dan penjelasan lebih rinci dirinya meminta untuk mempertanyakan langsung ke Kahar Muzakar.

“Itu sudah kami tarik semua, kalau jumlah yang ditarik atau yang sudah beredar, saya tidak tahu. Tetapi itu sudah saya tarik semua. Yang jelas, formulir itu untuk sosialisasi saja, dan saya tidak pernah menjanjikan apa-apa pada masyarakat. Tapi untuk jelas, hubungi pak Kahar saja. Saya no comment,” ucapnya singkat sambil berlalu dan masuk ke mobil yang menunggunya.

 

TEKS               : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster