Kesbangpol Petakan Titik Rawan Konflik

 142 total views,  4 views today

Ilustrasi Pol PP | Dok KS

Ilustrasi Pol PP | Dok KS

PALEMBANG, KS – Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Selatan (Sumsel), sudah  memetakan daerah-daerah yang termasuk dalam rawan konflik,  yang dipicu oleh faktor politik.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, namun Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Sumsel, Ikhwanuddin mengatakan, Kesbangpol tengah fokus terhadap permasalahan internal yang berkaitan dengan kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Ia menilai, sesuai hasil-hasil rapat bersama yang dilakukan oleh Banwaslu, KPU, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dan Kesbangpol Sumsel, kondisi internal tersebut berpotensi untuk menjadi konflik secara massal jika tidak segera ditangani.

“Tahapan pemilu dan pileg berdasarkan hasil rapat beberapa waktu lalu, disimpulkan jika tahapan yang ada di Sumsel masih dalam kategori kondusif dan aman. Belum ada gejolak yang dominan. Untuk di Mura sendiri, itu merupakan internal partai,” kata Ikhwanuddin ketika dibincangi, Senin (3/2).

Untuk mengevaluasi kondisi di daerah, pihaknya juga akan kembali melakukan rapat internal untuk melihat perkembangan situasi dari masing masing daerah itu sendiri yang rencananya digelar pada 10-11 Februari mendatang.

“Dalam pertemuan itulah, baru bisa diketahui, daerah-daerah mana yang harus kita awasi secara ketat. Terlebih saat ini, Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) sudah didepan mata,” ujar dia.

Menurutnya, pencegahan dini dan deteksi dini di daerah perlu didukung dengan koordinasi yang baik antara aparatur pemerintah unsur intelijen, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama secara profesional.

“Seperti yang sering kita saksikan melalui media massa, banyak sekali muncul permasalahan dan peristiwa yang terjadi di negara ini. Konflik horizontal antar kelompok masyarakat, aksi-aksi demonstrasi yang berakhir anarkis, permasalahan agraria yang menimbulkan kerusuhan, keberadaan terorisme, keberadaan aliran kepercayaan yang dianggap sesat dan peredaran narkoba yang merajalela di masyarakat,” bebernya.

Setiap kejadian, kata dia, hendaknya sesegera mungkin dilaporkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti dan kemudian dapat diselesaikan secepatnya agar tidak meluas dan meresahkan masyarakat.

Sementara, untuk tenaga pengamanan selama pesta demokrasi sendiri, Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sumsel, Riki Junaidi mengaku siap membantu  pengamanan dengan mengerahkan semua kekuatan di tingkat kabupaten dan kota di Sumsel. “50.000 personil Sat Pol PP di kabupaten/kota akan kita siagakan,” tukasnya.

 

TEKS               : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster