Warga OI Tetap Dilayani Gratis

 294 total views,  2 views today

Ilst.

Ilst.

KAYUAGUNG I KS-Warga Kabupaten Ogan Ilir (OI) terancam tidak bisa menikmati pengobatan gratis melalui program Jamsoskes di RSUD Kayuagung. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI hingga saat ini belum melunasi tunggakan biaya pengobatan warga yang menggunakan program Jamsoskes di RSUD Kayuagung,  tak tanggung-tanggung nilai tunggakan mencapai Rp 1,9 miliar lebih, padahal program Jamsoskes merupakan program berobat gratis yang dibiayai melalui dana sharing APBD propinsi Sumsel dengan APBD kabupaten /kota.

Direktur RSUD Kayuagung, dr H Fikram  membenarkan adanya tunggakan biaya pengobatan warga OI yang ditanggung melalui program Jamsoskes.

“Memang saat ini ada tunggakan pembayaran tapi angka pastinya terhitung hingga Desember 2013 mencapai Rp 1.916.797.471,” katanya.

Dikatakannya bahwa biaya tunggakan tersebut terdiri dari biaya obat-obatan dan biaya jasa pelayanan medis, akibat belum adanya pembayaran ini menyebabkan pihak RSUD Kayuagung mengalami
kesulitan dalam pelaksanaan operasional terutama dalam hal penyediaan stok obat-obatan. “Tentu saja operasional menjadi terganggu, stok obat-obatan dan jasa pelayanan medis termasuk dalam biaya.” Katanya.

Berdasarkan hitungan sementara setidaknya tungggakan pasien yang berasal dari OI yang ditanggung program Jamsoskes dan hutang tersebut terhitung sejak tahun 2010 hingga 2013, sedangkan untuk bulan Januari 2014 belum dihitung. Pada bulan April 2013 lalu Pemkab OKI sudah melayangkan surat tagihan ke Pemkab OI, namun hingga saat ini belum juga dibayar.

“Sudah kita sampaikan perihal adannya tunggakan ini tetapi belum ada penyelesaian. Kita berharap pembayaran dapat secepatnya dilakukan untuk memudahkan operasional.” harap Fikram.

Selain Pemkab OI yang nunggak  juga Pemkab lain seperti Jamsoskes OKUT Rp 73 juta lebih, Jamsoskes Palembang Rp 7,7 juta, Jamsoskes OKUS Rp 1,4 juta, Jamsoskes  Lubuk Linggau Rp 3,2 juta.

Ketika disinggung apakah menghentikan atau menolak warga OI yang berobat melalui program Jamsoskes, menurut dia, hal tersebut jangan sampai terjadi karena akan menyulitkan masyarakat. RSUD Kayuagung tetap akan kita layani, kita tidak akan menolak pasien seperti beberapa rumah sakit lainnya, ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OI, H Kosasi SKM ketika di konfirmasi membenarkan Jamsoskes OI menunggak pada RSUD Kayuagung, namun pada tahun 2014 ini sudah dianggarkan dan siap dilunasi.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster