Proyek Masjid Terus Berjalan

 321 total views,  2 views today

Ilustrasi Proyek

Ilustrasi Proyek

PAGARALAM KS-Melampaui waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan, sebanyak 4  Proyek pembangunan masjid yang ada di Kota Pagaralam hingga kini terus dikerjakan. Pembangunan masjid yang menyerap anggaran APBD Kota Pagaralam tahun 2013 senilai sekitar Rp 5 miliar di lingkup Dinas Sosial dan Tenaga Kerja ini mengundang reaksi sejumlah kalangan. Mengingat kondisi bangunan yang ada hingga kini masih dalam proses penyeselesaian, bahkan volume fisik yang terpasang masih sekitar 80 persen kebawah.

Pantauan di lapangan,       Ahad (2/2), beberapa masjid yang belum selesai pengerjaannya seperti disimpang Tanjung Cermin, dikawasan Alun-alun Selatan, Belakang PU dan lainnya. Jika melihat kondisi seperti ini, semestinya pihak pengembang dapat diberikan sanksi tegas. Namun semua itu tampaknya belum juga dilakukan.

“Padahal sudah berakhir tahun angaran 2013, tapi proses pembangunan masjid masih terus dilakukan. Seharusnya masjid ini selesai akhir tahun 2013 lalu,” kat Reffi Mustopa, warga setempat, kemarin.

Menurutnya, wakti pelaksanaan sejumlah proyek yang ada di Pagaralam ini begitu aneh, meskipun  tahun anggaran sudah berakhir tapi tetap saja pembangunan masih terus dilakukan.

“Kami bingung mengapa masjid ini masih belum selesai dikerjakan, padahal jadwal sudah lewat. Seharusnya, masjid ini sudah dapat digunakan pada tahun 2014 ini,” singkatnya.

Senada dikemukakan Hendri Harpensi SE, Tokoh Pemuda Kota Pagaralam. Ia mengatakan, seharusnya pembangunan yang ada dihentikan dan pihak pengembang diberikan sanksi tegas.

“Bila kejadian seperti ini tetap didiamkan, sangat memungkinkan sekali pihak terkait mendapat ruang waktu untuk menutupi berbagai kesalahan. Padahal, sudah sewajarnya sanksi tegas diberikan,” kata Hendri.

Lanjutnya, bila semua proyek berjalan seperti ini jelas akan merusak jalannya pembangunan di Kota Pagaralam.

“Kami minta kepada Wali Kota Pagaralam segera mengecek proyek ini dan memberikan sanksi tegas,” harapnya.

Hendri mengatakan, hal itu bukan tidak mungkin jika semua proyek yang lewat waktu seperti ini sudah dibayarkan 100%.  Jadi, sudah jelas ada permainan antara pengawas dengan pemborong untuk memuluskan proyek ini.

“Semestinya sesuai dengan aturan yang berlaku,  jika lewat waktu maka proyek ini akan luncur dan pihak pengembang akan dikenakan finalti atau sanksi lainnya. Untuk itu, kami minta pihak terkait agar dapat bertindak adil,” terangnya seraya berujar padahal  semua proyek telah dicek satu persatu oleh Wali Kota sebelum dibayarkan.

Ia menambahkan, terkait kondisi itu patut menjadi  bertanyaan apakah proyek ini sudah dicek atau belum. Bisa dilihat, untuk proyek masjid disimpang Tanjung Cermin masih dipasang pagar seng, kondisi lantai belum diselasar maupun dipasang keramik, cet masih cet dasar dan pembangunan belum selesai. Demikian pula dengan di  Jalan Nurdin Panaji samping kantor lurah, lantai belum selesai dan pekerja masih membangun bagian belakang. Sama halnya dengan pembangunan dikawasan Alun-alun Selatan.

“Jika sudah demikian kondisinya,  sudah selayaknya aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri dan Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Pagaralam turun langsung mengecek proyek ini,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Drs M Isa Albasarah Msi mengatakan,  saat ini baru menduduki jabatan dan belum serah terima sehingga belum tau persis persoalan itu.

“Namun yang jelas akan berkoordinasi dengan pejabat sebelumnya dan termasuk memberikan teguran jika pekerjaan tersebut sudah melanggar,” singkatnya.

 

TEKS        : ANTONI STEFTEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster