Polres OKI Selidiki Insentif Perangkat Desa

10 total views, 3 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

– Rp 16 Miliar Tahun 2013 Belum Dibayarkan

KAYUAGUNG I KS-Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) saat ini mulai mengusut tunggakan insentif perangkat desa, seperti gaji kades, dan perangkatnya  se Kabupaten OKI, terhitung sejak April-Desember 2013 yang hingga kini belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten OKI.

Akibat Insentif yang tidak dibayarkan sampai sekarang, Perangkat desa mengeluh, karena hak mereka selama 9 bulan  di tahun 2013 bulan belum di bayarkan, apalagi saat ini sudah masuk tahun anggaran 2014. Tidak tanggung-tanggung nominal Insentif perangkat Desa se Kabupaten OKI yang belum dibayar mencapai Rp 16 miliar.

Kapolres OKI Melalui Kasat Reskrim AKP Surachman,  mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait tunggakan insentif perangkat desa se kabupaten OKI selama 9 bulan di tahun anggaran 2013 belum dibayarkan.” Kita sudah mendapat informasi tersebut melalui berita di media cetak, kita akan usut kasus ini,” kata Surachman.

Menurut Surachman, belum dibayarnya insentif perangkat desa itu patut dipertanyakan, apalagi nunggak sampai 9 bulan pada tahun anggaran 2013.” Insentif itukan seharusnya dibayarkan per triwulan, untuk bulan Januari-Maret 2013 sudah dibayarkan, sementara April-Desember 2013 belum dibayar, sementara sekarang sudah masuk tahun anggaran 2014,” ujarnya.

Untuk Diketahui bahwa Insentif tersebut sudah dianggarkan melalui anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013.” Sekarang ini sudah masuk 2014 sementara tahun anggaran 2013 sudah lewat, seharusnya Insentif itu sudah di cairkan  paling lambat bulan Desember 2013  yang lalu,” katanya.

Terkait kasus ini untuk tahap awal pihaknya akan mengumpulkan data-data terkait nunggaknya Insentif perangkat desa tersebut, kemudian akan memanggil instansi terkait untuk dimintai kalrifikasi.” Kita masih Full Data, setelah data sudah terkumpul, baru kita mintai klarifikasi terhadap instansi terkait seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) dan Dinas Penggelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset daerah (DPPKAD) Kabupaten OKI,” terangnya.

Sementara itu Terkait belum dibayarkannya insentif seluruh perangkat desa se OKI mulai April-Desember 2013, Kedua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  yakni BPMPD dan DPPKAD OKI, saling lempar tanggungjawab.

Kepala BPMD OKI, Ali Amir, melalui Kabid  PMD, H Zulfikri, mengatakan belum dibayarkannya insentif perangkat desa lantaran permasalahan kekosongan kas daerah. Sehingga tidak ada dananya untuk membayar insentif perangkat desadengan total dana mencapai Rp16 miliar. Dalam hal ini pihak BPMD tidak tahu mengapa kas dearah bisa kosong, padahal diketahui dana insentif perangkat desamerupakan dana rutin yang dianggarkan setiap tahun.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya, coba tanyakan langsung ke bidang teknisnya ke Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) mengapa kas bisa kosong” kata Zulfikri seraya mengatakan pihaknya hanya sebatas membayarkan saja.

Dijelaskan zufikri, untuk besaran jumlah insentif bervariasi seperti kades, 1,05 juta,  kaur Rp 450 ribu, kadus Rp 275 ribu, BPD Rp 250 ribu dan wakil BPD Rp 100 ribu serta anggotanta Rp 75 ribu yang dibayarkan pertriwulan.

Sementara itu Sebelumnya  Kepala DPPKAD OKI, Muslim,  saat dikonfirmasi terkait kosongnya kas daerah, hingga menghambat pembayaran insentif perangkat desa, Dia justru mengarahkan untuk  menanyakan hal tersebut ke BPMPD OKI” tanyakan langsung ke BPMPD, mereka yang lebih paham” ujar Muslim.

Walupun sampai saat ini insentif perangkat desa belum cair, menurut dia, gaji tersebut tetap akan dibayarkan dengan cara dirafelkan di tahun 2014 ini”  Sebenarnya pembayarannya nantikan bisa dirafelkan tanpa harus melupakan kewajiban untuk membayar insentif tahun 2014″ urainya.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com