Kesadaran Lalin Masuk Kurikulum

 324 total views,  4 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

*Juli, Mulai Diterapkan

PALEMBANG, KS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, menargetkan kesadaran berlalu lintas (lalin), sudah berjalan di sekolah-sekolah pada Juli mendatang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Drs Widodo F Hardjono saat diwawancarai, kemarin. Widodo mengatakan, rencana dimasukkannya kesadaran berlalu lintas kekurikulun akan terwujud pada tahun ini juga. “Ya, kita targetkan kesadaran berlalu lintas sudah berjalan pada juli tahun ini juga,” katanya, kemarin.

Untuk menjalankan kesadaran berlalu lintas tersebut pada Juli mendatang, Disdik dan Polda Sumsel akan mengajak seluruh Disdik kabupaten/kota dan juga seluruh Kepolisian Resort (Polres) yang ada di Sumsel, untuk melakukan sosialisasi kesadaran berlalu lintas, dan akan dimasukkan dalam kurikulum.

“Artinya, kita akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui Kadisdik dan Kapolres, untuk mensosialisasikannya. Kami disini hanya sebagai pendamping saja,” jelas Widodo.

Menurut Widodo, kesadaran berlalu lintas tersebut, tidak menjadi suatu pelajaran khusus, melainkan akan dimasukkan ke pelajaran seperti pelajaran PPKN. “Ini bukan mata pelajaran sendiri tapi kita gabung, Artinya dalam mata pelajaran yang ada akan kita masukkan pelajaran kesadaran berlalulintas,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, pihaknya optimis dengan dimasukkannya kesadaran berlalulintas ke kurikulum maka akan menggurangi pelangaran-pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas). “Ya, setidaknya para siswa mendapatkan pengetahuan dan menyadari bahwa tidak baik dan sangat berbahaya melanggar peraturan berlalulintas yang telah ada,” ungkap Widodo.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menargetkan pengurangan tingkat fatalitas dan lakalantas, hingga 80 persen dalam target lima tahunan. “Untuk 5 tahun pertama dikurangi 30 persen, 5 tahun kedua 50 persen, 5 tahun ketiga 65 persen, 5 tahun keempat 75 persen, dan 5 tahun kelima mencapai 80 persen,” katanya.

Target tersebut dikeluarkan Polri dikarenakan saat ini Republik Indonesia (RI) masuk kedalam lima besar negara yang paling sering mengalami lakalantas. “Untuk mewujudkan pengurangan Lakalantas ini, kita akan memberikan pemahaman lalulintas kepada masyarakat sejak dini yang dimulai dari sekolah,” ujar Saud.

Saud mengungkapkan, dengan diberikannya pemahaman berlalulintas sejak dini tersebut pihaknya berharap lakalantas khususnya di Provinsi Sumsel dapat berkurang. “Kita ingin kurangi sebanyak mungkin karena tak boleh lagi ada korban yang meninggal secara sia-sia,” tukasnya.

 

TEKS               : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster