Ditaklukkan Oleh Pinalti

 298 total views,  2 views today

Siswanto (SFC)

Siswanto (SFC)

BANDUNG, KS – Sriwijaya FC (SFC), harus mengakui ketangguhan Persib Bandung kala bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang Bandung, setelah kalah tipis 1-0 pada laga perdana Indonesian Super League (ISL) 2014, Minggu (2/2).

SFC dipaksa tidak membawa satu pun poin, setelah ditaklukan oleh gol tunggal Konate Makan melalui titik putih di menit ke -82. Pelatih kepala SFC,  Subangkit mengaku meski tim yang diasuhnya kalah namun ia memberikan apresiasi kepada semua punggawanya yang telah berjuang pada pertandingan, kemarin.

Ia menilai  pemaianan anak asuhnya, sudah sangat sangat baik dan konsisten. Dimana marking ketat diberikan para punggawanya  kepada lini depan Mau Bandung (julukan Persib), yang diisi oleh Ferdinand dan Tantan.

Namun, sangat disayangkan Subangkit, kekalahan di laga perdana kali ini memang sedikit banyak di pengaruhi faktor wasit yang sedikit lebih memihak ke tuan rumah.  “Saya apresiasi pemain kita, mereka bermain sangat disiplin. Saat pemain kehilangan bola, mereka langsung mencoba mengejar untuk merebutnya kembali. Saya tak ingin komentar lebih, yang jelas kita kita dirugikan wasit,” ujar Subangkit seusai pertandingan.

Lebih jauh, Subangkit juga menuturkan, permainan anak asuhnya telah sesuai dengan intruksi yang dia berikan dari pinggir lapangan. Namun, memang sejauh ini, permasalahan timnya ialah ada pada lini depan yang belum memberikan banyak kontribusi. Disadarinya lini depan SFC masih belum menunjukan performa yang baik, sepeninggal sang kapten Lancine Kone yang tidak bermain lantaran masih cidera.

“ Kehilangan Kone di lapangan memang sedikit mempengaruhi penampilan kita di lini depan. Bahkan, kini kita mengalami dua pemain cidera lagi, dimana sebelumnya sudah ada empat pemain yang cidera, kita memang sedang ditimpa banyak pemain cidera,” tutupnya.

Sementara itu Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzarekki menambahkan, melihat keseluruhan penampilan para punggawa SFC saat berlaga, Endi sapaan akrabnya memuji penampilan Laskar Wong Kito yang bermain sangat baik. Perihal gol melalui titik pinalti, yang sebelumnya handsbal Anis, Endi beranggapan handsbal itu tidak terjadi dan mengada-ada. “ Itu tidak handsbal, malah sebelumnya pemain Persib lah yang melakukan handsbal di dalam kotak pinalti, tetapi wasit tidak menganggapnya untuk meniup peluit,” bebernya.

Dikatakannya, faktor yang beginilah yang sebelum pertandingan memang ditakutkan pihaknya. Dimana kepemimpinan wasit sangat riskan menentukan hasil akhir suatu pertandingan. Namun, Endi menegaskan kekalahan dari Persib, harus segera dilupakan para punggawa SFC untuk fokus menatap laga selanjutnya. “Tak mendapat poin di laga kali ini, harus segera dilupakan, kita akan fokus untuk menghadapi PBR di pertandingan selanjutnya pada kamis (6/2) nanti,” tutupnya.

Jalannya Pertandingan

Sementara itu, jalannya pertandingan sendiri sejak kick off dibunyikan, kedua tim sebenarnya sama-sama menyuguhkan permainan yang menarik dan berkelas walau harus bermain di lapangan yang licin, akibat hujan deras yang mengguyur lapangan sebelum pertandingan.

Laskar Wong Kito, yang sejatinya hanya menargetkan untuk mengamankan satu poin, lebih memilih untuk  bermain aman dan menunggu untuk  melakukan serangan balik kepada di babak pertama.

Terbalik dengan Persib Bandung, sebagai tuan rumah dan tak ingin hilang poin di kandang sendiri, Persib Maung lebih mengambil inisiatif jalannya pertandingan. Dengan mengurung wilayah pertahanan SFC, tim Maung Bandung berulang kali mengancam lini pertahanan SFC.

Namun ketangguhan duo tembok asing SFC yang baru direkrut untuk musim ini, Maiga dan Vali Kenari, tak bisa ditaklukkan pemain-pemain Persib. Duo wing bek yang dimiliki SFC, baik Sumardi dan Jeki, bermain apik dan lugas sehingga membuat para pemain sayap Persib, sedikit frustasi menembusnya di babak pertama.

Namun sayang, karena lapangan yang licin, dan permainan yang agak menjurus keras, membuat duo punggawa SFC, Sumardi dan Asri Akbar harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cidera dan digantikan oleh Erol Iba dan Hapit Ibrahim.

Meskipun, kedua pilar utama SFC tersebut keluar lapangan lebih dulu, tak membuat barisan pertahanan SFC menyisakan lubang, ini terbukti dengan tidak ada sebiji gol pun tercipta ke gawang SFC hingga peluit babak pertama usai.

Memasuki 45 menit babak kedua dimulai, terlihat SFC merubah gaya permainan dari babak pertama. Apabila di babak pertama terkesan bermain aman dan menunggu. Di babak kedua anak-anak Palembang lebih berani untuk tampil keluar, menekan tuan rumah.

Terbukti dimana playmaker anyar SFC, Ongfiang yang babak pertama nyaris tak terlihat, di babak kedua perannya mulai menonjol dengan melakukan sodoran-sodoran sampai kedepan mulut gawang Persib. Tepat menit ke- 62, Ongfiang sebenarnya memilki peluang untuk bisa membawa SFC unggul dari Persib Bandung.

Namun, dua tembakan terukur yang dilepaskannya masih belum membuahkan hasil. Tembakan pertamanya masih mampu ditepis penjaga gawang Persib, I Made sementara tembakan keduanya sedikit melebar tipis di samping kanan gawang Persib.

Selepas peluang emas Ongfiang, Persib langsung merespon dengan sundulan mantan punggawa SFC musim lalu, Ahmad Jufrianto di menit ke -67. Namun, dewi fortuna masih memihak kepada Laskar Wong Kito, sundulan Jupe sapaan Jufrianto, hanya membentur sudut tiang gawang Fauzi Toldo.

Tapi, malapetaka terjadi bagi kubu SFC, di menit ke-81 melalui sepakan pojok yang didapat Persib, bola sepakan Firman melaju di depan mulut gawang SFC, sebenarnya mampu di antisipasi oleh Vali. Namun, sayang bola tak mental jauh, dan mengarah ke Anis Nabar yang dengan tak sempurna mengontrol bola tersebut sehingga mengenai badan Anis,.

Namun, wasit lebih menganggap bola mengenai tangan Anis yang tak pelak membuat wasit menunjuk titik pinalti. Konate Makan yang menjadi algojo sukses menjaringkan bola ke gawang Fauzi Toldo sebelum mengeconya terlebih dulu.

Pasca gol Konate, sebenaranya SFC bangkit untuk mengejar ketertinggalan, namun sayang hingga peluit babak kedua dibunyikan usaha anak asuh Subangkit tersebut tidak membuahkan hasil yang membuat skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah tetap bertahan.

 

TEKS               : SADDAM SURYANDA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster