Cabai Rawit Tembus Rp 60 Ribu Per Kg

 157 total views,  4 views today

Cabai

Cabai

PALEMBANG, KS – Musim hujan seperti sekarang ini, bukan hanya menyebabkan banjir maupun tanah longsor, juga berakibat tingginya harga komuditas sayur-sayuran, terutama cabai. Harga cabai rawit misalnya, mengalami kenaikan drastis.

“Harga cabai rawit biasanya sekitar Rp 15-20 ribu per kilogram (Kg), tapi sudah hampir dua pekan terakhir masih tetap bertahan di harga Rp 40-50 per kg,” ungkap salah seorang pedagang gorengan di kawasan Bukit Palembang, Asep (29), Minggu (2/2).

Asep mengaku, setiap hari ia memerlukan sedikitnya 1 kg cabai rawit. Namun, semenjak harga cabai tinggi, ia mengurangi menjadi setengah kg saja setiap harinya. “Kalau orang beli gorengan kan pakai cabai, sekarang sedikit dikurangi saja, karena jika tidak seperti itu, maka tidak akan untuk untung,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang gorengan dikawasan Jalan Ahmad Yani, Seberang Ulu (SU) I Palembang, Huzna mengaku, dirinya terpaksa menaikkan harga jual gorengan. Akibat harga cacai tinggi. “Biasanya Rp 500, nah sekarang naik menjadi Rp 600, saya tau resikonya pembeli akan sepi, tapi kalau tidak dinaikkan tidak untung, terpaksa kami naikkan harga,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, kepala bidang Perdagangan dalam negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Juni Haslansi mengatakan, cuaca ektrim beberapa pekan belakangan salah satu penyebab harga cabai tinggi. “Selain itu, daerah sentra pemasok cabai ke Palembang juga banyak yang gagal panen, akibat hujan tinggi,” ucapnya saat dihubungi, kemarin.

Juni menyebutkan, daerah penghasil cabai seperti Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Lahat, Pagar Alam dan daerah lainnya menurun, yang disebabkan faktor alam, sementara permintaan cabai sendiri masih tetap bahkan meningkat. “Sudah menjadi hukum pasar, kalau permintaan tinggi harga akan naik. Begitu juga ketika suplai barang menipis, maka harga secara otomatis mengalami kenaikan,”sebutnya.

Juni menambahkan, kenaikan harga cabai ini, bukan hanya terjadi di Palembang saja, melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia, seperti Lampung, Bengkulu daerah jawa dan masih banyak daerah lainnya. “Kami himbau, kepada masyarakat agar tidak membeli cabai dalam jumlah yang besar, sehingga harga cabai tidak naik lagi, dan kita harapkan menurun,” tukasnya.

 

TEKS               : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster