Pegawai PT Tania Selatan Curi 153 Tandan Sawit

 1,538 total views,  4 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG I KS-Enam pegawai PT Tania Selatan kedapatan mencuri kelapa sawit di Blok 10 Petak A Areal Kebun Bambu Kuning, Selasa (28/1) pukul 19.30 WIB. Para pelaku ditangkap oleh Babinsa Koramil 402-10/Kayuagung, Serda Sukiman bersama 3 orang Security PT Tania Selatan.

Pelaku yang ditangkap yakni Dede, Rianto, dan Susilo yang bekerja sebagai pemuat, Irwan Tanjung yang bekerja sebagai operator lapangan,  Ansori yang bekerja sebagai staf lapangan dan salah seorang pelaku berhasil kabur yakni Hajat. Dari tangan pelaku bernama Rianto, Serda Sukiman juga mengamankan satu senjata api rakitan jenis revolfer berikut 3 butir amunisi aktif. Para tersangka dan barang bukti berupa 1 truk yang berisi 153 tandan buah sawit selanjutnya diserahkan ke Polres OKI untuk penyidikan.

Dandim 0402 OKI, Letkol Inf M Arif Suryandaru didampingi Pasi Intel, Lettu M Hatta. mengatakan, awal penangkapan kawanan pencuri sawit ini ketika security PT Tania Selatan memergoki 6 pelaku sedang memanen kelapa sawit.

“Karena jumlah sekurity terbatas, jadi mereka meminta bantuan babinsa kita Serda Sukiman,” ujar Dandim.

Dikatakannya, para pelaku berhasil diamankan di mess masing-masing tanpa adanya perlawanan. “Salah satu pelaku yang memiliki senpi sempat bergumul dengan anggota kita, namun berkat kesigapan Serda Sukiman, pelaku berhasil dibekuk dan sekarang sudah diserahkan ke Polres OKI untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres OKI, AKP H Surachman menegaskan, pihaknya tengah memeriksa para pelaku, terutama tersangka Ansori yang merencanakan aksi pencurian tersebut dan tersangka Rianto yang memiliki senjata api rakitan dengan 3 butir amunisi aktif.

“Akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku, terutama mengenai asal usul senpi yang dimiliki tersangka Rianto,” tegasnya, Rabu (29/1).

Tersangka Rianto mengaku senpi tersebut didapatnya dari tumpukan rongsokan besi tua yang ada di depan rumahnya.

“Jadi saya bersihkan dan saya cat lagi. Kalau pelurunya saya dapat dari tetangga saya yang merupakan mantan rampok yang tewas akibat dihajar massa. Pistol ini hanya untuk jaga-jaga pak, soalnya banyak binatang buas di areal perkebunan,” kilahnya.

Sedangkan tersangka Ansori yang merupakan otak pelaku pencurian mengaku inisiatif untuk mencuri karena rekan-rekannya mengeluh upah yang diterima terlalu kecil. “Jadi kami merencanakan pencurian itu, tapi waktu mau kabur diketahui satpam perusahaan. Total buah sawit yang kami panen 153 tandan, kalau dijual seharga Rp6,7 juta,” akunya didepan penyidik.

 

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster