Musi III Masih Tanda Tanya

 283 total views,  2 views today

Belumlah selesai realisasi pembangunan Jembatan Musi III, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merencanakan membangun Jembatan Musi IV.

Belumlah selesai realisasi pembangunan Jembatan Musi II, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merencanakan membangun Jembatan Musi III & IV.

PALEMBANG, KS-Pembangunan Jembatan Musi III, sudah lama digaungkan. Namun sampai saat ini, rencana itu belum juga terealisasi. Kapan jembatan yang direncanakan dibangun untuk mengurai kemacetan dan mengurangi beban Jembatan Ampera dan Jembatan Musi II itu di realisasikan, sampai saat ini belum ada kepastian.

Namun rencana pembangunan jembatan tersebut, Rabu (29/1), kembali dibahas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Mitsui Consultants Co.Ltd, sebagai konsultan yang pembangunan Jembatan Musi III tersebut, di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel.

Asisten II Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto dibincangi usai rapat tersebut, membenarkan mulai dibahasnya kembali rencana pembangunan Jembatan Musi III itu. Namun kapan mulai dibangun, ia belum bisa menyebutkannya.

Menurut Eddy, pembahasan yang dilakukan tadi sifatnya masih terkait dengan hasil studi yang dilakukan Tim Departemen Ekonomi Jepang. “Pada Desember lalu, mereka sudah datang untuk diskusi dan terfokus pada pembangunan Jembatan Musi III dan Musi IV. Hari ini, mereka menjawab pertanyaan tentang apa yang telah direncanakan dengan memberikan alternatif  design,” jelas Eddy.

Lebih lanjut dikatakan Eddy, Jembatan musi III tersebut sesuai dengan design yang dilakukan PU Bina Marga, akan melintas di atas Pulau Kemaro. Namun sambungnya, bisa juga lokasinya bergeser.

“Itu sudah masuk rencana jalan kita, karena lingkar luar itu designnya sudah kita lakukan di PU BM. Hari ini, kedatangan mereka juga memberikan beberapa alternatif dimana letaknya jembatan itu, akan dibangun,” ucapnya.

Untuk design Jembatan Musi III sendiri bebernya, analisi dampak lingkungan (amdal) sudah dilakukan dan ditandatangani oleh gubernur. Begitu juga dengan detail engginering desain (DED) nya, sudah selesai dan disetujui Kementrian Pekerjaan Umum.

“Untuk lokasi, tidak kita ganggu lagi tetap dilokasi semula yaitu di lingkar luar, Ilir Timur (IT) Kota Palembang, tak jauh dari Pulau Kemaro. Nah mereka ini juga melakukan studi, agar nantinya dapat dihubungkan dengan beberapa jembatan yang telah direncanakan dan menghubungkan lingkar luar kota Palembang itu,” ucapnya.

Tetapi dimana lokasi pastinya, Eddy belum bisa memastikan. “Kurang tahu titik persisnya, tapi mungkin sebelum lahan Pertamina, antara Sungai Gerong dengan Bagus Kuning. Selanjutnya menyeberang ke Pulau Kemaro, kemudian tembus ke arah Merah Mata. Kita minta design dulu, karena nantinya Pemkot Palembang, akan mengembangkan Pulau Kemaro sebagai objek wisata,” ujarnya.

Untuk konstruksinya, mereka sebut Eddy, juga menawarkan beberapa pilihan seperti terowongan, dan beberapa alternatif lainnya yang biaya pembangunannya lebih murah dan pengerjaanya lebih cepat.

Disinggung mengenai hambatan pembangunan Jembatan Musi III tersebut, Eddy mengungkapkan,  permasalahan terdapat pada faktor ketinggian dari jembatan itu sendiri. “Kita mendesign paling tinggi 50 meter, sementara dari Pelindo minta ketinggian diatas 50 meter. Karena ini menyangkut biaya, bahkan panjangnya lebih dari 2 kilometer sehingga biaya juga lebih banyak. Ternyata 23 Januari lalu,  consultan lainnya yakni Daro Jeika Consultant, sudah rembuk dan minimal ketinggian jembatan tersebut sekitar 40 meter dan sudah disepakati oleh Kementrian PU,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster