Januari, Inflasi Sumsel Diprediksi 1,28%

 157 total views,  2 views today

Grafik Investasi

Grafik

PALEMBANG KS-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Sumbagsel, memprediksi angka inflasi di Sumatera Selatan pada Januari ini bisa menyentuh 1,28%. Kendati demikian, pihak BI meyakini angka inflasi bisa lebih rendah dari prediksi tersebut yaitu 1% man on man. “Bencana banjir yang terjadi disejumlah daerah di Indonesia sedikit mempengaruhi tingginya tingkat inflasi namun, hal tersebut sudah diprediksi sama seperti Januari tahun lalu inflasi juga mencapai 1%,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII, Sumbagsel, R Mirmansyah.

Namun kata dia, pihaknya optimis angka inflasi di Sumsel berada dibawah target yang ditetapkan nasional sebesar 4,5% plus minus 1 %. Prediksi angka inflasi ini didapat dari tim pengendali inflasi daerah (TPID).

Dia mengaku, tidak begitu mengkhawatirkan angka inflasi di Sumsel. Semua harga, suplai pada semua sektor yang memengaruhi inflasi relatif aman dan terkendali.

Khusus Sumsel di tahun 2014, kata dia, diproyeksikan mengalami penurunan hingga 4,55% dari angka inflasi akhir tahun 2013 sekitar 7,04% atau berada dibawah angka inflasi nasional sekitar 8,38%.

“Ya, penurunan angka inflasi ditahun 2014 itu dilatarbelakangi oleh sejumlah harga komoditas yang diyakini perlahan mulai menunjukkan tren positif. Saat ini harga komoditi karet maupun sawit terus menunjukkan tren meningkat, kendatipun tidak begitu signifikan,”tuturnya.

Disamping itu, lanjutnya, menurunnya angka inflasi juga dipengaruhi oleh membaiknya ekspor seiring dengan adanya perbaikan ekonomi global, pemulihan ekonomi di Amerika Serikat, Jepang, Eropa dan China.

Dia melanjutkan, membaiknya ekspor itu ditunjukkan dengan mulai meningkatnya demand ekspor dari negara tujuan, seperti Amerika Serikat dan lainnya.

“Pada tahun 2013 sebenarnya Sumsel merupakan salah satu provinsi di Sumatera yang tingkat inflasinya paling rendah seiring dengan berkurangnya dampak kenaikan harga BBM dan stabilnya harga bahan makanan,”ucapnya.

Selama ini, kata dia, pemerintah cukup berperan dalam mengendalikan laju inflasi di Sumsel dengan mengadakan operasi pasar dan program-program lainnya untuk mengendalikan inflasi tersebut.

Bahkan pihaknya juga meminimalkan dampak angka inflasi itu dengan menerjunkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Pusat, Mirza Adityaswara menambahkan, angka inflasi tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga dan berimbas terhadap peningkatan angka kemiskinan.

“Di Indonesia ini ada 153 TPID yang bertugas mengendalikan angka inflasi bersama pemerintah. Keberadaan TPID ini sangat penting sekali dalam menentukan besaran angka inflasi,”terangnya.

Dia memproyeksikan angka inflasi nasional pada januari bisa menyentuh angka 1% atau sama dengan angka inflasi bulan Januari tahun 2013 lalu. “Kami rasa angka inflasi Januari cukup terkendali. Dampak banjir itu sifatnya situasional saja dan bukan bencana besar sehingga tidak begitu memengaruhi perekonomian. Ya, sektor suplai seperti pangan, energi sangat penting dalam pengendalian inflasi,”tuturnya.

 

TEKS       : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster