Eks Kantor Pemkab Bakal Sekolah Perhotelan

 223 total views,  2 views today

INDERALAYA KS-Kantor Pemerintah Kabupaten  (Pemkab), Ogan Ilir (OI) yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Km 35 pada tahun 2014 ini, akan segera direlokasi ke Komplek Perkantoran Terpadu (KPT), Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya yang saat ini masih dalam tahap proses penyelesaian.  Untuk, eks kantor lama yang saat ini masih difungsikan, direncanakan akan dijadikan sebagai Sekolah Pariwisata dan Sekolah Perhotelan serta Hotel Berbintang. 

Bupati OI, H Mawardi Yahya mengatakan, Ogan Ilir akan memiliki sekolah setara D3 Bidang Perhotelan, Pariwisata dan Bahasa Asing. “Insya Allah, rencana itu akan segera kita wujudkan dua tahun ke depan setelah pengerjaan KPT Pemkab OI selesai secara keseluruhan,” tuturnya.

Kata Mawardi, dibukanya tiga sekolah tersebut mengingat lokasi yang ada sekarang ini sangat strategis. Apalagi Kabupaten OI merupakan daerah lintas dan menjadi penyangga Ibu Kota Provinsi Sumsel.

Selain akan dibangun tiga sekolah tersebut, lanjut Bupati, di eks perkantoran itu juga akan dibangun sebuah hotel berbintang dengan segala fasilitas pendukungnya meliputi memiliki ruang diklat, pertemuan dan sebagainya. 

“Ogan Ilir ini memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Tinggal menyiapkan infrastruktur dan sarana pendukung lainnya. Mudah-mudahan impian ini segera terwujud dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Di kompleks perkantoran itu juga akan dibangunkan pengembangan sekolah perhotelan sekaligus sekolah pusat bahasa, baik Bahasa Indonesia, Arab, Jepang, Mandarin dan Inggris.

Keberadaan sekolah yang akan dibangun nanti diupayakan dapat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional dibidangnya dan berujung pada penyerapan tenaga kerja.

“Ya, Ogan Ilir banyak memiliki skill di bidang itu. Bahkan sumber TKI/TKW juga kebanyakan dari OI. Apa salahnya kita berdayakan disini untuk membangun daerah. Jika sudah maju kan banyak investor akan mengembangkan usahanya di Bumi Caram Seguguk ini,” tutupnya.

 

Teks      : Junaedi Abdillah

Editor   : Rinaldi Syahril

Tim  Terpadu Bohongi Warga

·         Terkait Penyelesaian Ganti Rugi Lahan

KAYUAGUNG I KS

Gara-gara merasa dibohongi oleh tim terpadu penyelesaian sengketa lahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI yang  membuat ratusan warga dari Desa Sidomulyo, Sungai Tepuk dan Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (29/1) kembali mendatangi kantor Bupati OKI. Setelah sebelumnya pada (11/9/2012) pernah mendemo ke kantor Bupati OKI menuntut ganti rugi lahan mereka yang diduga telah diserobot oleh PT Telaga Hikmah IV Group PT Samporna Agro yang bergerak di bidang Kelapa Sawit.

Padahal tim terpadu berjanji dan meyakinkan kepada warga akan menyelesaian permasalahan lahan tersebut hingga tuntas pada bulan Januari 2014, nyatanya janji tersebut hanya sebatas janji manis yang tak ada buktinya, sampai permasalahan ini berlarut-larut tidak ada penyelesaian keberpihakan kepada warga hingga 6 tahun lamanya.

“Penyerobotan lahan ini sudah terjadi sejak tahun 2007-2008 yang lalu,
dan lahan warga tidak pernah diganti rugi,” kata Alman koordinator
aksi.

Kata dia, sebelumnya tim terpadu Kabupaten OKI telah mengumpulkan data-data
milik warga selaku pemilik lahan, dan berjanji akan menyelesaikan
kasus tersebut sampai Januari 2014.

“Kita akui memang tim terpadu datang mengecek langsung lokasi yang disengketakan, tetapi itu hanya formalitas saja, sampai sekarang tidak kunjung selesai, padahal kelapa
sawit yang ditanam di lahan warga seluas 900 ha itu sudah mulai
panen,” jelasnya.

Masyarakat menuntut  agar minta hasil penyelesaian yang dilakukan oleh
Tim terpadu Kabupaten OKI, kemudian minta lahan warga diganti rugi,
kemudian minta  operasional PT Telaga Hikmah IV stop dalam memanen
sawit, minta kepada PT Telaga Hikmah segera realisasikan pembangunan
kebun plasma.

Ditambahkan Bagus Saputra, koordinator lapangan,  pendirian
perusahaan kelapa sawit itu menyalahi aturan.” Mereka mendirikan
perusahaan perkebunan hanya membangun lahan inti saja, tidak pernah
membangun lahan plasma untuk masyarakat, lahan yang dibangun untuk
kebun inti tidak pernah diganti rugi sampai sakarang, kami menagih
janji tim terpadu pemkab OKI yang berjanji akan segera menyelesaiakan
kasus tersebut,” ungkapnya.

Diungkapkannya bahwa pihak PT Telaga Hikmah telah membohongi
masyarakat, tidak menggantirugi lahan tanam tumbuh milik warga dan
tidak merealisasikan kebun Plasma hingga saat ini.

“Kami pernah mengadakan pertemuan dengan pihak PT Telaga Hikmah di
Palembang, mereka berjanji akan menganti rugi lahan kami yang didalam
Hak Guna Usaha (HGU), sementara itu untuk diluar HGU akan di bangunkan
kebun plasma, Tapi sampai saat itu semuanya tidak terealisasi,”
jelasnya.

Menurutnya pihak perusahaan hanya bermanis-manis dengan janji-janji
dan teori saja, tetapi tidak pernah diperaktekkan di lapangan.

“Sebab itu kami meminta kepada pemerintah daerah, agar bisa
memfasilitasi kami, sehingga lahan kami segera dikembalikan atau
digantirugi, seluruhnya seluas 900 ha dengan 450 surat,” tegasnya.

Dulu pihaknya terpaksa menyerahkan lahannya kepada pihak perusahaan,
menurut Bagus, masyarakat diintimidasi, jika siang dijaga, maka
perusahaan melakukan penggusuran dimalam hari.

“Bahkan salah satu warga kami ada yang di jebloskan ke penjara karena hanya
mempertahankan tanahnya, tanah kami yang sudah jadi kebun karet
semuanya dipangkas, tapi tidak diganti rugi,” katanya.

Sementara itu menurut Asisten 1 Setda OKI, Imam Sahuri, bahwa saat ini
tim terpadu yang diketuai oleh wabup masih terus bekerja, dengan
meminta keterangan kades dan pihak terkait.” Masalah ganti rugi itu
urusan perusahaan, yang pasti kita sekarang masih terus bekerja, dan
mengupayakan permasalahan ini segera selesai.”tandasnya.

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster