Duh, Kalapas Cabuli Istri Napi

 303 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG, KS-Ada-ada saja ulah  Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas III A Kayuagung, Ronald (43), bukannya memberikan contoh dan teladan yang baik dengan bawahannya, justru melakukan perbuatan tak terpuji.

Ia diduga mencabuli istri salah satu narapidana (Napi), di Lapas yang di kepalainya. Karena ulahnya itu, ia terpaksa dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Kepolisian Resort (Polres) OKI oleh Eva Yuliza (26), warga Lorong Gotong Royong IV, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang, Rabu (28/1).

Dalam laporannya, Eva mengaku, telah tubuhnya digerayangi di dalam mobil dinas terlapor. “Perbuatan itu dilakukan pada 22 Januari lalu sekitar pukul 13.30 WIB,” terang Eva dalam laporannya dengan bukti lapor LP/B 26/I/2014/Sumsel/Res OKI, tertanggal 29 Januari 2014.

Eva mengaku, suaminya baru dua bulan dipindahkan ke Lapas Kayuagung setelah sebelumnya di tahan di Lapas Tanjung Raja, dalam perkara kasus narkoba dengan hukuman enam tahun penjara.

“Saat itu, saya membesuk suami saya di Lapas Kayuagung dan membawa makanan. Ketika hendak pulang,  dan menunggu jemputan dari keluarga. Saat itu, ia menghampiri saya dan menawarkan jasa mengantar pulang, dengan kendaraan dinasnya,” ucap Eva.

Tanpa curiga, ia aku Eva menyetujui ajakan itu. Namun saat di persimpangan jalan yang menuju Lapas, kendaraan bukannya diarahkan ke Kota Kayuagung melainkan ke arah Sepucuk.

Melihat gelagat yang kurang baik, terlapor sempat bertanya kepada pelapor mengapa dibawa ketempat itu, dengan perasaan yang cemas dan takut, pelapor meminta agar terlapor segera mengantarkan pulang.

Saat itu terlapor dengan ringan mengatakan,  jika ingin diantar maka minta dicium terlebih dahulu. “Saya takut pak, lokasinya sepi dan saya tidak tahu itu dimana, karena dia (terlapor,red) tidak mau memutar mobilnya kalau tidak mau dicium. Akhirnya saya menuruti saja, dia kemudian mencium pipi saya.” tuturnya.

Tak sampai disitu, terlapor juga sempat menggerayangi tubuh pelapor sehingga  pelapor sempat menolak,  bahkan sempat meminta untuk mencium bibir pelapor, kalau ingin diantar pulang. “Saya menolaknya, setelah itu  saya diantar dan diturunkan di tengah jalan kemudian saya  naik ojek pulang kerumah.” tuturnya.

Selanjutnya, pada sore hari dan beberapa hari kemudian terlapor berulang kali menelepon pelapor, dengan nada pembicaraan yang tidak senonoh dan menjurus ke pembicaraan yang tidak pantas.

Setelah berembuk dengan pihak keluarga, akhirnya kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian. “Saya ada rekamannya, saya minta keadilan dan proses hukum terhadap Kalapas,” ungkapnya.

Diceritakannya, sejak awal memang tingkah laku Kalapas sudah memiliki gelagat tidak baik dan beberapa kali berusaha untuk meminta nomor HP pelapor, dengan alasan untuk mempermudah koordinasi jika suaminya yang ada didalam sel memerlukan sesuatu. “Memang saya sebelumnya sempat meminta agar dapat diberikan fasilitas yang lebih baik kepada suami saya seperti saat berada di LP Tanjung Raja, seperti kipas angin,” imbuhnya.

Karena pelapor menolak memberikan nomor HP, akhirnya kalapas memperlakukannya tidak adil dengan cara mengurangi jam besuk  meskipun masih dalam waktu kunjungan, sehingga komunikasi dengan suaminya menjadi terbatas. “Kalapas itu memberikan nomornya kepada saya agar di telpon, hingga akhirnya sering kali saya di telepon dengan ucapan tak senonoh,” akunya.

Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat didampingi Kasat Reskrim, AKP H Surachman, ketika di konfirmasi membenarkan adanya laporan warga, yang mengaku telah dilecehkan oleh Kalapas Kayuagung. “Laporannya sudah kita terima, saat ini sedang kita lakukan pemeriksaan,”terangnya.

Dihubungi terpisah, Kalapas Kayuagung, Ronald,  membantah jika ia telah melakukan perbuatan cabul terhadap salah seorang istri dari napi yang dibinanya. Meskipun demikian Ronald mengaku kenal dan mengetahui pelapor, karena sering kali membesuk suaminya bernama Candra.

“Saya tidak pernah melakukan hal itu, dan hal itu tidak benar. Suaminya bernama Candra baru dua bulan dipindahkan ke LP Kayuagung, karena kasus narkoba dan dihukum selama enam tahun.” ujarnya berkilah.

Menurut Ronald, pelapor sering kali meminta agar diberikan fasilitas lebih kepada suaminya di dalam sel, sementara pihak Lapas tidak bisa memberikan karena akan memunculkan kecemburuan sosial terhadap napi lainnya, disamping memang tidak diperkenankan. “Sudah berulang kali meminta fasilitas lebih seperti kipas angin, televisi, minta disediakan bilik asmara, saya ditelpon terus dan saya jadi pusing,”  ungkapnya

Mengenai laporan terhadap dirinya, Ronald mengatakan silahkan saja, jika melapor ke polisi sebab siapa saja bisa dilaporkan namun demikian tentu saja hal tersebut harus dibuktikan. “Siapapun bisa dilaporkan, tetapi tentu itu harus dibuktikan,” tukasnya.

 

TEKS              : DONI AFRIANSYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster