Anggota TNI Tangkap Pencuri Sawit Bersenpi

 407 total views,  2 views today

Tersangka Suhardi di Mapolsek Talang Ubi usai diserahkan Danramil Kapt Arm Broto Santoso

Tersangka Suhardi di Mapolsek Talang Ubi usai diserahkan Danramil Kapt Arm Broto Santoso

PALI | KS – Kerjasama antara aparat TNI-AD di Talang Ubi dengan kepolisian dari Mapolsek Talang Ubi patut diacungi jempol. Kedua instansi ini bahu membahu memberantas tindak kejahatan di Bumi Serepat Serasan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Seperti yang ditunjukkan oleh anggota Koramil 0404-03 Pendopo dipimpin langsung Kapten Arm Broto Santoso yang berhasil meringkus pencuri sawit milik PT Sayang Elang, di Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Operasi rutin yang dilakukan pemilik uniform loreng ini berhasil mengendus aksi pencurian sawit. Naluri tempur yang dimiliki personel ini dapat menelusuri jejak para pencuri dan berhasil meringkusnya.

Informasi yang dihimpun, saat itu anggota TNI yakni Komandan Koramil 0404-03 Pendopo, Kapten Arm Broto Santoso, Serda Ismet dan Serta Sudiyono melakukan ptroli rutin. Saat melintas di perkebunan sawit milik PT Sayang Elang terlihat tumpukan sawit yang ditudupi kain terpal.

Merasa curiga, anggota TNI meninggalkan kendaraan dan mencoba menelusuri jejak kaki yang diduga milik pencuri. Setelah menelusuri sejauh 5km, anggota TNI menemukan sedikitnya 15 orang sedang menaikan tandan sawit ke sebuah mobil truk.

Tanpa pikir panjang, para anggota TNI langsung menyergapnya. Sadar kedatangan anggota, para pelaku lari tunggang-langgang menghindari tangkapan anggota TNI.

Saat hendak ditangkap, pelaku yang diketahui bernama Suhardi alias Di (35), warga Desa Gunung Menang, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, melawan petugas dan berusaha mengambil senjata dari dalam tas yang disandangnya.

Naluri tempur yang dimilikinya, membuat Kapten Broto langsung mengeluarkan kemampuan Yudo. Dengan satu kali bantingan saja, Suhardi berhasil dilumpuhkan Kapten Broto dan senpinya dapat diamankan tanpa menimbulkan letusan.

Secara bersamaan dua anggota TNI AD dari tiga orang ini, juga langsung meringkus dua pelaku lainnya, Sudarmono dan Jeri Harapan, yang merupakan warga Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, dari belasan pelaku yang berhasil melarikan diri di tengah hutan.

Dari tangan para pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, sepucuk senpira berikut tiga peluru, alat isap sabu (bong), pirex dan satu plastik klip berisikan sisa sabu yang tersimpan didalam mobil  Daihatsu Terios, warna hitam, bernopol BG 1520 Y, milik tersangka Suhardi.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan dua mobil truk, bernopol BG 4593 EB dan BG 8701 UL, yang ditinggal kabur sopirnya. Kedua truk ini bermuatan ratusan tandan sawit hasil curian yang siap dijual. Untuk selanjutnya, petugas Koramil Pendopo ini langsung menyerahkan semuanya ke Mapolsek Talang Ubi.

Kapten Arm Broto Santoso menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku pencurian ini, dilakukan untuk menekan terjadinya aksi kriminalitas di wilayah Kabupaten PALI, dalam penyambutan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 ini.

“Ini merupakan tindakan kita untuk menekan aksi kriminalitas dalam penyambutan pemilu April mendatang. Pelaku sempat hendak mengambil senjata di tasnya, namun bisa kita cegah. Kita sudah serahkan semuanya ke pihak kepolisian, baik para pelaku dan barang buktinya, sehingga bisa ditindak lanjuti oleh pihak tersebut,” terangnya kepada kabarSumatera.

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi, AKP Zai’an ZL mengatakan, pihaknya akan memperoses para pelaku dan melakukan pengembangan. “Kita akan lakukan pengembangan lebih lanjut, baik dari jaringan pencurian, senpira, dan narkobanya yang merupakan sebagai barang bukti,” tegas Aan sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan terpisah, Jonedi, Humas PT Suryabumi Agrolanggeng menyatakan bahwa truk yang digunakan melakukan pencurian tersebut bukan milik PT Suryabumi Agrolanggeng. “Sudah saya lihat truk itu dan bukan milik kita tapi milik kontraktor,” jelas Jonedi.

Tersangka Suhardi mengelak telah melakukan pencurian, melainkan hanya membeli dari pelaku Gs (Dpo). Sedangkan, senpira yang dipergunakan diakuinya dibeli dari tangan Rn (Dpo), warga Kecamatan Penukal Utara, dan peluru kaliber 38 didapatinya dari seorang anggota kepolisian.

“Pistol itu aku belinya seharga Rp1,5 juta, dan pelurunya aku dikasih sama anggota polisi pak yang bertugas di Polres Muara Enim. Aku sendiri tidak maling melainkan beli. Aku jual ke PT Surya Bumi Agro Langgeng (SBAL) dan sudah dua bulan terakhir berlangsung,” akunya.

 

Teks /foto  : Indra Setia Haris

Editor         : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster