2014, Tak Ada Lagi Jalan Rusak

 250 total views,  4 views today

Akibat jalan rusak hampir setiap hari terjadi kemacetan di desa Suraja Kecamatan Pedamaran OKI.. Foto . Iwan Cheristian

Akibat jalan rusak hampir setiap hari terjadi kemacetan di desa Suraja Kecamatan Pedamaran OKI.. Foto . Iwan Cheristian

PALEMBANG, KS-Kerusakan sejumlah infrastruktur di Sumatera Selatan (Sumsel), baik jalan maupun jembatan kedepannya di jamin tidak ada lagi yang rusak. Jaminan itu disampaikan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Menurut Alex, semua jalan yang ada di Bumi Sriwijaya ini, baik itu jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan kabupaten dan kota, akan mulai diperbaiki tahun ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebut Alex, sudah menganggarkan dana untuk perbaikan jalan tersebut di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. “Ini memang sedang kita lakukan, setelah APBD berjalan maka seluruh jalan yang rusak di Sumsel, akan kita selesaikan sebagai tanggung jawab provinsi,” kata Alex yang dibincangi di DPD Partai Golkar Sumsel, Rabu (28/1).

Pemprov sambungnya, akan memperhatikan semua jalan yang rusak di wilayah Sumsel. Karenanya sebut Alex, pemprov juga akan mendorong pemerintah pusat untuk membantu memperbaiki kerusakan jalan di Sumsel itu.

Alex menegaskan, ia akan mendesak pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan nasional yang ada di Sumsel. “Bupati dan Wali Kota juga harus bertanggung jawab, untuk memperbaiki jalan yang menjadi tanggung jawab mereka. Sehingga Insya Allah akhir tahun ini, tidak ada lagi jalan yang rusak,” tegas Alex.

Namun sambungnya, dengan kondisi hujan deras yang terus mengguyur Sumsel, sehingga akhir tahun ini kemungkinan tidak bisa 100 persen jalan di Sumsel akan mulus. Sebab sebut Alex, akibat derasnya curah hujan membuat sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel terendam banjir. Banjir ini tidak hanya merendam pemukiman dan lahan pertanian serta perkebunan saja, tetapi juga merendam badan jalan.

“Akibatnya jalan menjadi rusak, untuk memperbaiki semuanya butuh biaya yang sangat besar. Lihat saja di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), disana hampir ada 300 lubang di badan jalan yang diakibatkan kikisan air saat banjir,” bebernya.

Karenanya ucap Alex, jika saat ini banyak jalan di Sumsel suatu yang wajar, karena disebabkan oleh banjir dan badan jalan yang terendam air. Perbaikannya tegas Alex, baru bisa dilakukan setelah hujan berhenti. “Perbaikannya tidak mungkin kita lakukan sekarang, nantinya itu bisa berakibat jalan semakin hancur,” terang Alex.

Disinggung banyaknya keluhan masyarakat, terhadap kerusakan jalan di Sumsel, dan adanya kesan saling lempar tanggung jawab ? Alex tidak mau berkomentar banyak. “Itu menjadi tanggung jawab gubernur,” ucapnya.

“Ya pokoknya ini tanggung jawab saya, seperti jalan provinsi itu, tanggung jawab saya mulai pembuatan sampai perbaikan. Untuk jalan negara, tanggung jawab saya mendorong sampai itu dikerjakan oleh Satker-Satker PU Pusat, dan untuk jalan kabupaten/kota itu tanggung jawab saya untuk menegur bupati dan wali kotanya,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

Hanya Sanggup Bertahan Setahun

PALEMBANG, KS

Kualitas jalan di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan (Sumsel) selama ini sering dikritik karena begitu cepat rusak. Tak jarang belum satu tahun diperbaiki atau dibangun, jalan sudah rusak.

Ternyata buruknya kualitas jalan yang dibangun tersebut,  bukanlah sekedar tudingan miring masyarakat saja. Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Jalan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Negara (BBPJN) III Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Syarkowi menyebut, kualitas jalan di Sumsel khususnya Palembang terbilang jelek.

“Kualitas jalan di Sumsel khususnya Palembang, hanya bisa bertahan kurang dari satu tahun. Mungkin ini disebabkan cuaca yang ekstrim, bisa juga karena kendaraan yang melebihi kapasitas, bahkan adanya permainan kualitas mutu dari para kontraktor,” kata Syarkowi yang dibincangi di Hotel Aza, Palembang beberapa waktu lalu.

Kontraktor yang mengerjakan perbaikan atau pembangunan jalan, seringkali lepas tangan saat jalan yang mereka bangun atau perbaiki rusak.  Sehingga biaya perbaikan pun, setiap tahunnya dianggarkan oleh pemerintah.

Namun kedepan, kontraktor yang membangun jalan tersebut tidak bisa lagi lepas tangan dengan buruknya kualitas jalan hingga menyebabkan kerusakan. Sebab,  masa pemeliharaan dalam pembangunan jalan diperpanjang selama empat tahun.

Sebelumnya, masa pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor tersebut hanya enam bulan saja. “Artinya, jika jalan sudah rusak sebelum masa empat tahun maka kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut wajib memperbaikinya,” kata Syarkowi.

“Selama ini masa pemeliharaan jalan selama enam bulan saja, saat ini masa pemeliharaan selama 4 tahun dan untuk konstruksinya selama lebih kurang 7 tahun. Kalau di bandingkan di luar negeri, kita masih pendek jangka kontrak pemeliharaannya. Di Jepang, kontrak pemeliharaan jalan mencapai 15 tahun,” sambungnya.

Dengan perpanjangan masa pemeliharaan proyek infrastruktur tersebut maka kata Syarkowi, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak bisa lagi lepas tangan dengan kerusakan jalan. Jika kualitas jalan yang mereka bangun jelek, konsekuensinya mereka akan kembali memperbaiki.  “Jika mereka lepas tangan, akan ada sanksi yang dikenakan,” tegasnya.

Sementara Kepala Satuan Bidang Teknik Jalan Direktorat Jendral Bina Marga Nasional, Hedy Rahadian menambahkan, dengan adanya sistem ini diharapkan jika terjadi kerusakan jalan sebelum empat tahun maka perbaikan akan dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakan jalan itu sebelumnya.

“Pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk melakukan perbaikan, misalnya ada jalan yang berlobang, ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor,” ujarnya.

“jika kontaktor tidak melaksanakan, maka ada denda berupa mengganti uang, sesuai dengan jumlah kerusakan jalan. Bahkan kontaktor tersebut tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan proyek pengerjaan jalan,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster