Pidato Tiga Bahasa Meriahkan Maulid Nabi

 3,426 total views,  2 views today

pidato-1

Jemaah siswa MA YPII mengikuti tausyiah ustadz Fadri. / Foto : Inra Setia Haris /KS

PALI | KS –  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H, di Madrasah Aliyah YPI Ikhsaniyah Talang Ubi PALI tahun ini menjadi berbeda dan istimewa.

Ini terjadi setelah tiga siswa MA YPII menampilkan pidato dalam tiga bahasa berbeda. Ketiga siswa itu adalah Safitriani (kelas XI-IPA) menampilkan pidato dalam bahasa Indonesia kemudian dilanjutkan oleh Amelia Ustiana (kelas XI-IPA) dalam bahasa Inggris) dan terakhir Andika Putra Lesmana (XI-IPA) dalam bahasa Arab.

Ketiga siswa ini secara bergantian berpidato menggunakan bahasa berbeda dengan fasih dan lancar.

Meski masing-masing hanya berpidato dalam lima menit, tak pelak penampilan ketiganya di Masjid Al Ikhsan Talang Ubi, Senin (27/1) mendapat sambutan meriah dari siswa dan undangan yang menghadiri acara itu.

Acara yang digelar di Masjid Al Ihsan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ini dihadiri seluruh siswa MA dan MTs YPII, Dewan Guru dan Pegawai serta juga dihadiri Pengurus OSIS SMA/SMK yang berada di wilayah Pendopo.

Hadir sebagai nara sumber atau penceramah adalah Ustadz Fadri SPdI . Dihibur oleh penampilan Grup Marawis dan Nasyid oleh para siswa madrasah tersebut. Selain itu juga, OSIS MA YPII dan OSIS MTs YPII turut membagikan  paket sembako kepada yang berhak menerimanya seperti anak tidak mampu dan orang tua yang tidak mampu.

Pengumpulan dana untuk sembako ini sendiri cukup unik. Karena dikumpulkan setiap Jum’at oleh siswa atau lebih dikenal sebagai Infak Jumat oleh OSIS.

Dalam  ceramahnya Ustadz Fadri mengajak jamaah untuk meneladani sifat Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa perubahan dari alam Jahiliyah ke alam yang terang benderang ini. “Semoga para siswa sebagai umatnya selalu bersholawat sehingga kita akan mendapat syafaatnya,” tuturnya.

Menutup ceramahnya fadri mengajak para siswa untuk melakukan muhasabah. Yaitu merenungkan kesalahan dan dosa yang telah  diperbuat dan  bersyukur serta senantiasa ingat jasa orangng tua. Untaian nasihat dalam muhasabah ini tak urung mengundang tetesan air mata jamaah yang hadir.
Teks : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster