“Alhamdulillah, Sekolah Kami Tidak Bocor Lagi”

 291 total views,  2 views today

SD-PALI

Suasana kelas setelah direnovasi secara darurat. / Foto : Inra Setia Haris /KS

PALI | KS – Senyum sumringah terpancar diraut wajah anak-anak siswa SDN 22 Benuang, saat Kabar Sumatera menyambanginya sekolah tersebut, Senin (27/1).

Keceriaan siswa tersebut sangat beralasan lantaran beberapa Minggu sebelumnya, kelas mereka selalu bocor saat hujan tiba. Genangan air selalu menghiasi lantai kelasnya. Tak jarang buku pelajaran dan baju mereka sampai basah, terkena tetasan air hujan dari atap yang bocor. “Sekarang kelas kami nampak terlihat baru Kak,” kata Daffi, salah satu siswa kelas I.

Setelah diberitakan harian ini, penjabat Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), untuk melihat langsung kondisi sekolah itu. Heri Amalindo sengaja datang mendadak saat hujan sedang turun hujan.

“Saya ingin melihat dan merasakan langsung, bagaimana perjuangan anak-anak kita menuntut ilmu,” kata Heri waktu itu.

Setelah memastikan sekolah itu rusak berat, Heri menjanjikan akan menganggarkan perbaikan sekolah itu dalam APBD kabupaten PALI.

Sementara menunggu turunnya anggaran perbaikan, Heri merelakan merogoh kocek pribadinya untuk memperbaiki atap bocor dan melakukan pengecatan ulang.

“Sementara ini kita tambal dulun biar saya yang biayai, yang penting anak-anak bisa belajar dengan tenang” tukasnya.

Kini, setelah beberapa atap seng diganti baru dan seluruh atap dipaku ulang, dinding kelas pun dicat kembali dengan warna putih. Seluruh kelas kini sudah rapi kembali. Salah satu ruangan yang selama ini tidak dipakai, sekarang sudah digunakan kembali karena atapnya sudah tidak bocor lagi.

“Kelas kami tidak basah lagi mang” kata Daffi dengan wajah cerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Heri Amalindo yang pedulo dengan kondisi kami. Sekarang seluruh kelas sudah bagus,” terang Suradi SPd, kepala SDN 22 Benuang.

Untuk mewujudkan rasa terima kasih, pihak sekolah saat ini menyediakan kotak sampah yang terbuat dari potongan drum di setiap kelas. “Kita tambah tong sampah. Biar halaman tidak kotor. Malu kalau sampai kotor,” tambah Suradi.

Teks : Indra Setia Haris
Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster