Wajib Sediakan Timbangan dan Bak Air

 150 total views,  2 views today

*Bagi Pangkalan Elpiji

gas-Elpiji

Foto : Bagus Kurniawan /KS

 

PALEMBANG, KS – Banyaknya keluhan masyarakat soal isi tabung elpiji 3 kilogram (Kg), yang tidak terisi penuh, bahkan ada yang berisi air, ditanggapi serius oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas).

Sekretaris Hiswana Migas Sumsel, Hafiz menyayangkan adanya pangkalan atau agen elpiji yang mengambil keuntungan dengan menguragi isi elpiji dalam tabung.  “Agar masyarakat tidak dirugikan di dalam membeli elpiji 3 kg ini, kami sudah menyampaikan kepada penyalur dan sub penyalur untuk memenuhi dua syarat, yakni menyediakan timbangan dan menyediakan bak berisi air,” kata Hafiz yang dibincangi, Minggu (26/1).

Menurutnya, timbangan tersebut berfungsi sebagai alat takar untuk menimbang berat elpiji di dalam tabung. Sementara bak air, fungsinya untuk merendam tabung. Jika tabung elpiji saat di rendam di dalam air, keluar gelembung maka masyarakat disarankan tidak memakai tabung tersebut dan meminta penggantinya dengan tabung elpiji lainnya.

Dengan tersedianya timbangan dan bak air tersebut sambungnya, itu bisa memberikan kenyamanan kepada konsumen bahwa elpiji, yang diterima sesuai dengan berat maksimumnya.

Selain itu sambungnya, masyarakat pengguna tabung elpiji 3 kg juga disarankan sebelum membayar, agar menimbang terlebih dahulu berat gas yang ada pada tabung. “Dengan cara ini, tidak akan ada masyarakat yang akan dirugikan, kan masyarakat bisa tahu,” ujarnya.

Hafiz menghimbau, kepada para agen elpiji maupun pengecer, untuk mematuhi semua aturan yang telah dibuat Pertamina maupun pemerintah. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Jika kedapatan, agen yang bermain curang dengan cara mengurangi berat isi tabung, baik 3 kg, 12 kg maupun 50 kg, akan diberi sanksi tegas dengan cara ditutup usahanya,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya beberapa orang mengeluhkan soal berat isi elpiji 3 kg berkurang. Seperti Nisa (38), ia mengaku ketika mengecek penuh atau tidaknya isi tabung, ternyata isi tabung tinggal setengah lagi. Artinya isi elpiji yang ada di dalam tabung tersebut sudah mengalami pengurangan.

“Sudah sering saya mendapatkan tabung gas berisi separuh, saya heran apakah isi gasnya sengaja dikurangi oleh Pertamina atau karena tabung gasnya yang bocor, saya juga tidak mengerti. Tapi pada intinya waktu gas kita pergunakan, jarum yang berfungsi sebagai penentu kekuatan gas yang ada di dalam tabung itu hanya mampu naik sampai ujung garis biru, tidak sanggup naik ke garis kuning. Kadang ada sampai pertengahan,” aku ibu tiga orang putra ini.

Hal senada juga di ungkapkan warga lainnya, Eli (43), Ia mengatakan, biasanya pemakaian elpiji 3 kg bisa sampai lima hari, tapi sekarang hanya cukup untuk tiga hari saja. Bahkan, pernah ada tabung yang tidak bisa digunakan sama, sekali karena berisi air.

“Saya pernah membeli LPG, ternyata isinya adalah air. Otomatis tidak bisa digunakan,”keluh wanita yang berdagang gorengan di lingkungan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ini.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster