Tuntaskan 6 Kasus Senketa Lahan

 266 total views,  2 views today

KAYUAGUNG I KS – Dari 46 kasus sengketa lahan dan tapal batas yang berpotensi konflik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ada 6 kasus yang menjadi target untuk di selesaikan sesegera mungkin di tahun 2014 oleh tim terpadu penyelesaian sengketa Lahan dan tapal batas Kabupaten OKI.

Enam kasus yang menjadi fokus adalah pemasalahan antara masyarakat Desa
Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji Induk, Kabupaten OKI dengan PT Sumber
Wangi Alam (SWA), dari tiga poin yang disengketakan yakni lahan 1068
ha, kemudian 633,2 ha dan  lahan 298 ha.

”Untuk di dalam lahan 298 ha, sebagian diganti rugi salah satunya kelompok Syafei sebanyak 80 ha, dan sudah dilunasi PT SWA sebanyak 28,09 ha senilai  Rp 1,120 miliar,” kata Anggota Tim terpadu Penyelesaian sengketa Lahan juga menjabat Kabag pertanahan Setda OKI, Suhaimi AP.

Kemudian sengketa lahan antara warga Desa Pelimbangan, Desa Sungai
Jeruju, Desa Cengal, Kecaamatan Cengal, Desa talang Makmur kecamatan
Sungai Menang dengan PT Lonsum.

“Ini terkait masalah plasma, ada masyarakat yang mengaku belum kebagian Plasma dari perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan karet itu, permasalahan ini masih intens kita rapatkan bersama anggota Tim terpadu,” ungkapnya.

Selanjutnya sengketa lahan antara Masyarakat Desa Jungkal Kecamatan
Pampangan  dengan PT Maha Indo dan Warga Kelurahan kedaton Kecamatan
Kayuagung dengan PT Rambang agro Jaya, PT Klantan Sakti, dan PT Gading
Cempaka.

“Juga terkait gantirugi dan masalah plasma,” ujarnya singkat.

Pada sengketa lahan Masyarakat Desa pematang Panggang Kecamatan
Mesuji Kabupaten OKI dengan PT Aek tarum Sampoerna agro dan terakhir
sengketa antara masyarakat Desa Nusantara Kecamatan air Sugihan degan
PT Selatan Angro Makmur Lestari (SAML).

“Enam kasus tersebut harus cepat diselesaikan karena termasuk persoalan yang menonjol,” cetusnya

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat, menambahkan saat ini pihaknya yang
tergabung dalam tim terpadu pemkab OKI terus melakukan upaya proses
penyelesaian sengketa lahan, dari 6 kasus yang menjadi perioritas akan
segera di selesaikan, salah satunya sengketa antara masyarakat desa
sungai sodong dengan PT SWA sebenarnya hampir selesai. Terakhir sudah
ada beberapa rekomendasi dari Kementrian Politik Hukum dan Kemanan
(Kemenpolhukam) untuk tim di Kabupaten.

“Walaupun sengekata antara warga Sodong degan PT SWA sebagain sudah
selesai, kita masih terus intens untuk menyelesaikan sisanya,
pendekatan dengan keluarga ahli waris juga terus dilakukan bersama tim
terpadu Kabupaten, kita mengedepankan musyawarah, langkah hukum itu
merupakan jalan terakhir atau langkah pamungkas,” tambahnya.

Penyelesaian sengketa lahan tersebut harus dilakukan dengan sabar,
tim dari pemkab OKI sedang bekerja untuk mengumpulkan data dan
memverifikasinya.

”Penyelesaian itukan membutuhkan proses, kita harus mengedepankan rasa kadilan, mudah-mudahan enam kasus yang menjadi periorotas dapat segera kita selesaikan dengan baik,” katanya.

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster