Plafon Kantor Camat Pedamaran Jebol

 269 total views,  2 views today

HL-Kondisi-plafon-kantor-Camat-Pedamaran-yang-baru-direhab-kini-tampak-jebol

Kondisi plafon kantor Camat Pedamaran yang baru direhab kini tampak jebol.

KAYUAGUNG I KS – Baru saja selesai direhab kondisi plafon kantor camat Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sudah jebol, rendahnya kualitas bahan yang plafon yang digunakan diduga penyebab jebolnya plafon yang terletak di depan pintu masuk kantor itu.

Pantauan di lokasi, Ahad (26/1), proyek yang dibangun melalui dana anggaran tahun 2013 tersebut tampak baru selesai dilakukan perehaban, tidak ada papan pengumuman keterangan alokasi dana proyek yang ditemui di lokasi, sehingga tidak diketahui berapa besar dana yang dihabiskan untuk merehab kantor camat tersebut, yang kondisinya memprihatinkan lantaran plafonnya sudah jebol.

Tepat di bawah plafon jebol ditemukan pecahannya yang masih dibiarkan berserakan di halaman kantor. Bahkan kondisi tersebut belum juga ada perbaikan dari pihak pelaksana proyek.

Keterangan JN, salah satu staf Kecamatan Pedamaran, mengatakan, kondisi akan jebolnya plafon kantor yang baru saja direhab ini sudah ada tanda-tanda, namun sebagai orang yang tidak mengerti tentang bangunan tidak bisa berbuat banyak.

“Kita kan bukan pelaksana proyek, jadi biarkan saja diperbaiki oleh yang mengerjakannya yakni kontraktor,” JN dengan nada kesal.

Sementara Sutanto, warga Desa Pedamaran berkata, jebolnya plafon ini menandakan rendahnya kualitas bangunan yang dilaksanaka oleh pihak kontraktor. Kondisi ini sering kali terjadi setiap pelaksanaan proyek. Hal ini disebabkan lantaran ingin mendapat keuntungan besar, tanpa memikirkan pengguna dalam jangka panjang.

Untuk itu, Sutanto meminta kepada bupati yang baru, kedepan bisa memilah perusahaan yang memang benar profesional dalam mengerjakan proyek, dengan memperhatikan kualitas bangunan sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang.

“Jadi kontraktor yang tidak profesional tidakl usah lagi diberi kerjaan, kalau kondisinya seperti ini,” katanya.

Minimnya papan informasi alias papan proyek di lokasi tersebut, juga menyebabkan warga tidak diketahui nama perusahan yang mengerjakan proyek tersebut.

 

TEKS/FOTO:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster