Koruptor Harus Dimiskinkan

 276 total views,  2 views today

Ilustrasi : Jerry Erandi /KS

Ilustrasi : Jerry Erandi /KS

PALEMBANG, KS – Persoalan korupsi, menjadi persoalan yang menjadi hal yang disorot Prof Anies Baswedan, salah satu Calon Presiden (Capres) RI versi Konvensi Partai Demokrat. Terbukti, hampir dalam setiap sesi, termasuk ketika dalam debat Capres di Palembang Sport Convention Centre (PSCC) Palembang, Sabtu (25/1), Anies mengemukakan korupsi di negeri ini sudah demikian kronis, sehingga wajib diselesaikan sampai ke akar-akarnya.

Jauh sebelum tampil dalam debat capres, masalah korupsi juga disampaikan Anies saat berkunjung ke Kantor Harian Umum (HU) Kabar Sumatera (KS). Saat itu, Anies menegaskan untuk memerangi korupsi, harus ada hukuman tegas yang membuat koruptor takut.

Menurut Anies, Satu hal yang ditakuti oleh koruptor itu bukan hukuman mati, tetapi koruptor sangat takut miskin.  “Hukuman yang akan punya efek jera, terhadap koruptor adalah di miskinkan. Semua akses ke sejumlah lembaga yang membuat dia kaya sebelum tertangkap, kita blacklist,” kata Anies saat berdialog dengan pimpinan, staf, karyawan dan redaksi HU Kabar Sumatera, Sabtu.

Menurut Rektor Universitas Paramadina, Jakarta ini, koruptor jangan diberi ruang untuk kaya. Hal itu tegas Anies, akan sangat ditakuti oleh koruptor. “Yang ditakuti koruptor hanya kemiskinan, maka buat dia miskin agar takut korupsi,” ucapnya.

Menurut Anies, memang pemberantasan korupsi sedang giat-giatnya dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi karena padatnya perbuatan korupsi, pemberantasannya tak kunjung usai. “Kalau saya terpilih menjadi presiden, maka kami tidak akan pandang bulu. Koruptor akan kami hukum dengan cara dimiskinkan karena itulah yang membuat mereka takut,” tegasnya.

Menurut pria yang popular dengan program “Indonesia Mengajar” ini  koruptor terbagi atas tiga katagori, yakni korupsi karena kebutuhan, karena keserakahan dan karena sistem. Dari katagori pelaku itu, yang sangat membahayakan adalah koruptor yang motivasinya karena keserakahan dan berlatar belakang sistem.

Sebab menurut Anies, bila korupsi yang dilakukan itu dasarnya keserakahan, maka berapapun uang yang dia dapat dari tindakan korupsi tidak akan pernah memberikan kepuasan. Sedangkan korupsi yang berlatarbelakang karena sistem, ketika mereka merampok kekayaan negara dengan sistem–membuat pasal-pasal yang manipulatif untuk kemudian menetapkan peratiran yang koruptif. “Kalau sistemnya sudah rusak, bukan tidak mungkin orang yang tadinya baik kemudian ikut juga larit dalam sistem yang korup, karena memang sistemnya seperti itu,” tambahnya.

Terpisah Prof DR. Sirozi, Ph.d, Pengamat Pendidikan IAIN Raden Fatah Palembang menilai, apa yang diutarakan Anies Baswedan, layak memperoleh apresiasi. Sebab upaya memerangi koruptor saat ini, memang sangat diperlukan.

Bagi Sirozi, upaya pemberantasan korupsi itu harus dimulai dari lembaga pendidikan, sehingga melahirkan generasi yang jujur. Terhadap hukuman bagi koruptor di miskinkan, Sirozi mengatakan hal itu menjadi sesuatu yang baik, tinggal bagaimana menguatkan gagasan Anies itu dengan payung hukum. “Shock terapy-nya tentu bukan hanya hukuman seberat-beratnya termasuk hukuman mati. Hukuman dimiskinkan juga bisa, tetapi kemudian di negeri ini harus lebih dulu dibuat payung hukumnya, sehingga diharapkan dapat membuat efek jera bagi para koruptor,” tegas ketua Dewan Pendidikan Sumsel ini.

 

TEKS : SARONO P SASMITO  

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster