Kades Karang Baru dan 7 Warga Ditahan

 299 total views,  2 views today

21-Kades-Terancam-Gagal-Nyaleg

Ilustrator : Jery Erandi /KS

BANYUASIN, KS – Aksi saling pukul yang berujung penyeroyokkan, membuat Kepala Desa (Kades) Karang Baru, Kecamatan  Sumber Muara Telang Banyuasin, Amin Danalsyah, Sabtu (25/1), ditahan di Mapolsek Muara Telang.

Tak hanya Kades Karang Baru saja yang ditahan, enam warga desanya juga ikut meringkuk di jeruji besi. Ke enam warga yang ikut ditahan itu yakni Amin,Sobri,Saiful, Suparno, Gani dan Darus.

Informasi yang dihimpun,  Kades Karang Baru dan enam warga desanya yang ditahan petugas tersebut berawal saat pembangunan jalan desa pada Desember 2013 lalu. Saat itu, ada kesepakatan kalau pembangunan jalan desa ini, akan dibantu oleh warga yang tinggal dipinggiran jalan tersebut.

Bantuan tersebut, tujuannya untuk menimbun sebagian badan jalan. Namun Mantok, salah satu warga Desa Karang Baru, menolak kesepakatan itu. Karena kesal, warga pun enggan menimbun jalan yang ada di depan rumahnya.

Mengetahui hal itu, korban Martok geram dan akhirnya terlibat perang mulut dan sempat memukul salah satu warga, yakni Nur Muhhamad, sehingga terluka. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke kades setempat.

Karena emosi, kades dan warga lainnya mendatangi korban Martok dan langsung terlibat perang mulut serta melakukan pengeroyokan menggunakan tangan kosong dan alat berupa linggis. Akibatnya, korban mengalami luka dan melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Muara Telang.  Di Polsek yang sama, korban Nur Muhhamad yang sempat dipukul oleh Martok dengan menggunakan batu, juga membuat laporan kepolisian.

Kapolres Banyuasin, AKBP Ahmad Ikhsan ketika di konfirmasi membenarkan telah melakukan penahanan terhadap delapan warga, termasuk Kades Karang Baru. Menurutnya, hal itu dilakukan  setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat dan barang bukti.

Baik korban dan pelaku jelasnya, diduga telah melakukan pemukulan dan menyebabkan orang lain terluka. “Karena itu, untuk penyelidikan lanjutan kasus ini, semua ditahan. Pelaku yakni kades dan warga disangkakan atas pengroyokan dan pemukulan, tapi korban juga melakukan pemukulan pada orang lain atas permasalahan yang sama,” bebernya.

Sebelumnya dikatakan Ikhsan, untuk melengkapi alat bukti, korban dan pelaku telah dimintai keterangan oleh penyidik. “Karena itu guna penyelidikan lanjutan, semua dilakukan penahanan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Muara Telang, Iptu Helmi Ardiansyah mengatakan pemeriksaan baik pada kades, lima pelaku lainnya, korban baik Martok dan Nur Muhhamad telah selesai. Pengakuan korban dan saksi, korban Nur Muhhamad dipukul pakai batu dan pelaku kades serta kelima warga lainnya memukul dengan tangan dan linggis.

Sehingga, kades dan enam warga lainnya terancam pasal 170  Jo 351 KUHP. Sementara korban Martok, dikenakan pasal 351 KUHP.  “Hasil pemeriksaan, permasalahan dipicu atas pembangunan jalan desa. Awalnya Martok memukul dan menjadi korban pengeroyokkan. Baik  kades,dan enam warga lainnya ditahan di Mapolres Banyuasin,” tukasnya.

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster