Debit Air Sungai Musi Terus Meningkat

 299 total views,  2 views today

*Banjir Masih Terus Mengancam

banjir

Foto : Bagus Kurniawan /KS

PALEMBANG, KS – Tingginya gelombang air di Selat Bangka, diprediksi menyebabkan lambatnya aliran Sungai Musi menuju perairan laut lepas, sehingga debit air mengalami peningkatan hingga akhir Januari Mendatang.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, Indra Purna mengatakan, kemungkinan untuk satu minggu kedepan Kota Palembang masih mengalami pasang. “Sungai Musi ini tempat pusat bertemunya air, dari beberapa sungai di Sumsel, dan titiknya ada di Palembang,” jelas Indra ketika dibincangi, kemarin.

Indra menyebutkan, untuk saat ini ketinggian gelombang air di Selat Bangka bagian utara mencapai tiga sampai meter.  Sedangkan bagian selatan sekitar dua sampai tiga meter. Hal tersebut, berdampak pada aliran sungai menuju laut terdorong oleh gelombang. “Oleh karena itu, air sungai meluap terutama sungai-sungai kecil, kita berharap semoga gelombang tersebut cepat turun, dan tidak terjadi peningkatan pasang,” harapnya.

Menurut Indra, tingginya gelombang air tersebut, disebabkan rendahnya tekanan angin di atas wilayah Filipina dan Australia. Oleh karena itu, angin membentang pulau Sumatera dengan kecepatan tinggi. “Selat Bangka kecepatan angin sekitar 10-20 knot, sementara normalnya 5-10 knot dan hujan dari 100-200 mm satu bulan tetapi itu masih tahap normal,” akunya.

Selain itu sambung Indra, cuaca di beberapa daerah di Indonesia termasuk Sumsel mengalami berawan dan hujan. Dan Hujan ekstrem terjadi jika intensitasnya mencapai 50-100 mm per hari. “Yang kita takutkan kalau intensitas hujannya tinggi karena berpotensi air sungai semakin meluap dan banjir semakin meluas,” imbuhnya.

Lebih jauh Indra menjelaskan, tingginya intensitas hujan disebabkan karena bergesernya tekanan angin pada pertengahan Januari lalu, tekanan angin berada di Selat Karimata Kalimantan dan Pantai Barat Sumatera.

Hal ini berdampak, hujan deras sempat mengguyur Sumsel. Sehingga meluasnya sungai yang merendam rumah seperti di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI) dan kabupaten lainnya. “Puncak hujan biasanya pada bulan purnama, itu sudah berlalu, namun warga harus tetap waspada akan adanya banjir,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster