Korupsi, Tak Merasa Bersalah

 189 total views,  2 views today

Budiman,-P.Si.,-M

Budiman, P.Si., M.Si (Psikolog di Palembang)

PALEMBANG, KS – Bila dilihat dari sisi moralitas dan kepribadian, Psikolog Islam di Palembang, Budiman, P.Si., M.Si mengatakan suap itu lahir dari situasi dan kondisi. Jika terdapat peluang, maka dimanfaatkan untuk mencari kesempatan. Kejahatan itu akan terjadi, dimana ada kesempatan dan peluang.

“Mental lemah dan keimanan tidak ada, maka kesempampatan itu dijadikan peluang yang sangat bagus sekali untuk melakukan suap. Pertanyaannya adalah mengapa orang menyalahgunakan kekuasaannya tersebut untuk kepentingan pribadinya? Secara
psikologis, jawaban tersebut harus kita telusuri dari hal-hal yang mendasari orang berperilaku dalam suatu konteks tertentu.

Menurut pandangan teori behavioris, tingkah  laku seseorang adalah fungsi dari lingkungannya. Tingkah laku yang tampak adalah semata-mata respons seseorang terhadap stimulus dari lingkungannya. Pola tingkah laku akan stabil mengikuti logika konsekuensi dari imbalan dan hukuman ini. Pandangan ini  dianggap terlalu pasif sehingga timbul pandangan lain yang bernama socio-cognitive approach.

Pandangan ini menurut Budi, selain ditentukan oleh mekanisme imbalan hukuman (reward and punishment) dari lingkungan yang terkesan sangat sederhana, dalam bertingkah laku individu juga ditentukan oleh struktur kognitif yang banyak ia pelajari lewat proses sosial. Dalam teori kepribadian menambahkan bahwa, individu adalah insan yang
mempunyai sifat-sifat (traits) unik tertentu yang membedakan suatu orang dengan orang lain.

Dalam kasus gratifikasi (bahasa KPK), secara psikologis tentu menjadi jelas bahwa perbuatan tersebut bisa saja terjadi karena individu tersebut sudah memiliki kecenderungan (sifat) untuk berbuat tidak baik. Ini kalau penjelasannya kita alamatkan kepada karakteristik kepribadian.

Kaum behavioris mengatakan, lingkunganlah yang secara kuat memberikan dorongan bagi orang untuk mengghunakan suap dan mengalahkan sifat baik seseorang yang sudah traits pribadinya. Lingkungan dalam hal ini malah memberikan dorongan dan bukan memberikan
hukuman pada orang ketika ia melakukan suap.

Inilah yang kita sedihkan, dimana mereka yang melakukan kesalahan tapi tidak merasa bersalah. Artinya, kepribadian individu maupun kelompok sangat menentukan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari. Kepribadian tidak ditumbuhkan dalam pendidikan rumah dan sekolah, maka akan melahirkan kepribadian yang merusak diri sendir dan orang lain. Di samping itu, tanamkan kepada anak-anak kita untuk menjadi diri sendiri.  **

TEKS : AHMAD MAULANA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster