Awas Beredar Elpiji 3 Kg “Oplosan”

 209 total views,  2 views today

*Isi Tabung Dikurangi Hingga Setengah

*Elpiji Dicampur Air

foto

Waspada Oplosan – Seorang warga mengangkut Gas elpiji 3 KG di Jl. Perjuangan, Kel.Pahlawan, Beberapa Waktu Lalu. Mahalnya harga elpiji saat ini, ternyata dimanfaatkan oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan mengoplos atau mengurangi isi tabung.
Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG, KS – Mahalnya harga elpiji saat ini, ternyata dimanfaatkan oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.  Masyarakat pun, terutama kalangan ibu rumah tangga yang kesehariannya menjadi pengguna elpiji untuk lebih waspada.

Sebab saat ini di Palembang, beredar elpiji tiga kilogram (Kg) “oplosan”.  Dikatakan elpiji oplosan menurut Eli  (43),  karena dalam tabung elpiji yang dibeli tersebut tidak semuanya berisi epliji tetapi sudah dicampur dengan air.

Sehingga berat elpiji dalam tabung yang dibeli masyarakat, akan sama dengan berat elpiji sebenarnya. “Isinya sudah dikurangi, bahkan saya pernah membeli elpiji 3 Kg, yang tidak bisa dipakai sama sekali. Sebab isinya sudah dicampur dengan air,” keluh wanita yang kesehariannya berdagang gorengan di lingkungan Kantor Pemerintah Kota  (Pemkot) Palembang ini ketika dibincangi, Jumat (24/1).

Ia sendiri sebut Eli, biasanya menggunakan elpiji tabung melon itu bisa mencukupi untuk kebutuhan memasak selama lima hari. Tetapi sekarang, hanya cukup untuk tiga hari saja.

Hal yang sama dikatakan Nisa (38), warga Jalan Merdeka, Palembang. Menurutnya,  isi tabung elpiji 3 Kg saat ini sudah banyak dikurangi.  Menurutnya,  ia sudah beberapa kali membeli elpiji 3 Kg yang isinya dikurangi.

“Saat kita cek dengan cara tabung dipasangkan pada regulator, tekanan gas yang tersedia dalam tabung baru ketahuan sudah menyusut .  Karena, jarum yang berfungsi sebagai penentu kekuatan gas yang ada di dalam tabung itu, hanya mampu naik sampai ujung garis biru, tidak sanggup naik ke garis kuning. Kadang ada sampai pertengahan,” aku ibu  tiga orang anak ini.

“Sudah sering saya mendapatkan tabung elpiji, yang hanya berisi setengah, saya heran apakah isi elpijinya sengaja dikurangi oleh Pertamina, atau karena tabung yang bocor, saya juga tidak mengerti,” sambungnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Juni Haslansi yang dimintai komentarnya terkait persoalan itu mengaku, sampai saat ini Disperindag belum menerima adanya laporan kecurangan tersebut. “Terjadinya kekurangan isi elpiji pada tabung ukuran 3 Kg itu, bukan ada unsur kesengajaan dari Pertamina. Mungkin dari yang lainnya,” jelasnya.

Selain itu sambung Juni, pihaknya saat ini sudah membuat tim bersama Pertamina untuk melakukan sidak ke beberapa agen elpiji, untuk melihat sejauh mana proses penjualan elpiji tersebut. “Jika memang ada kecurangan, nanti akan ada sanksi. Sanksinya akan kita serahkan ke Pertamina, sebab kita sifatnya hanya pengawasan saja,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR     : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster