Rutan Pagaralam Tertunda

 287 total views,  2 views today

rutan-pagaralam

Foto : Google Image

PAGARALAM KS – Tampaknya pembangunan Rumah Tahanan, Cabang Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, untuk menampung sekitar 500 nara pidana tertunda. Mengingat status lahan yang ada sejauh ini masih belum jelas atau belum dihibahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam yang luasnya mencapai 2 hektare. Hal itu dikemukakan Kepala Rutan Kota Pagaralam, Budi Sularsana, SH MSi, didampingi Ridha Ansari AMd IP, SH, MSi, Jumat (24/1).

Menurutnya,  puluhan bangunan Rutan diseluruh Indonesia terpaksa ditunda pembangunannya, termasuk salah satunya di Kota Pagaralam ditunda penyelesainnya, karena terkendala belum jelasnya status lahan.

“Sebetulnya ada dua opsi yang kami tawarkan kepada Pemkot Pagaralam terkait lahan lokasi penbangunan Rutan tersebut, diantaranya hibah dan tukar guling,” ujarnya.

Lanjutnya, sekarang tinggal pihak Pemkot Pagaralam, mau mengabulkan yang mana. Sedangkan pihak rutan tinggal menyiapkan administrasinya, selanjutnya tinggal melapor ke pusat.

“Jika pembangunan sudah selesai tentunya status Rutan akan dapat ditingkatkan menjadi Lembaga Pemasyatakatan (Lapas), karena disuiakan dengan daya tampungnya. Untuk kelas 3, daya tampung mencapai 200 orang dan kelas 1 daya tampung hingga  500 orang,” tambahnya.

Dikatakan Budi, peningkatan status Rutan menjadi Lapas bukan berarti terjadi peningkagan angka penghuni, tetapi karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kota.

“Kemudian peningkatan kelas juga bukan  berarti jumlah penghuni terjadi peningkatan, tapi pelayanan dan pembinaan yang lebih optimal. Selain itu pembinaan bagi warga binaan dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Kendati demikian, sejauh ini tinggal menunggu respon dari Pemerintah Kota guna meneruskan pembangun Rutan. Karena kementerian Keuangan (Kemen Keu) tidak bersedia mengangarkan sebelum status lahan jelas atau resmi dihibahkan Pemkot Pagaralam kepada pihak Rutan.

“Tahap awal APBN pada tahun 2009 lalu telah menganggarkan dana Rp 1,5 miliar untuk membangun pagar keliling dan pondasi gedung. Dilanjutkan tahun 2010 untuk menambah pembangunan fasilitas lainnya,”  kata Budi.

Pembangunan Rutan baru ini, kata dia, diatas lahan 2 hektare guna mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung narapidana (Napi) yang sering terjadi.

“Kita sudah ada lahan tempat pelaksanaan pembangunan Rutan baru tersebut di Dusun Simpang Padang Karet, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan. Sekarang proyek itu sudah jalan tahap perama dan tahapan berikutnya tertunda,” sebutnya.

Ditambahkan Ridha Ansari, pada tahun 2009 lalu pembangunan masih difokuskan untuk gedung, baik kantor, pagar keliling dan ruangan tahanan lainnya.

“Nantinya Rutan ini dapat menampung sekitar 500 napi. Selain itu lokasinya juga agak jauh dari pusat perkampungan penduduk Kota Pagaralam, sekitar 3 km dari pusat kota,” tambahnya.

Dikatakan dia, tahun ini baru dibangun gedung, kemudian tahun 2010 dilanjutkan dengan fasilitas kantor dan gedung lain, dan termasuk sarana kantor lainya. Meski begitu, sejauh ini pola pembinaan napi Rutan Kota Pagaralam lebih mengarah kepada penyadaran atau pembinaan mental agar setelah selesai menjalani masa tahanan dan kembali ke masyarakat tidak mengulangi lagi pelanggaran hukum tersebut.

“Pembinaan mental atau akhlaq rohani maupun budi pekerti yang baik kita giatkan, agar di saat kembali lagi ketengah-tengah masyarakat tidak akan mengulangi lagi perbuatan jahat yang pernah dilakukan,” ujarnya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

Terpisah, Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni mengatakan, permintaan pihak Kanwil Hukum dan Ham akan segera ditindaklanjuti dengan menyiapkan administrasi tentang lahan terkait lokasi pembangunan Rutan tersebut.

“Kami akan pelajari dulu dan persiapkan administrasi terkait status lahan yang diperuntukan pembangunan Rutan tetsebut,” ungkapnya.

Ida menegaskan, sebaiknya dilakukan tukar guling lahan dengan bangunan milik Rutan, demikian pula halnya dengan eks Kantor PN di Nendagung.

“Pemkot Pagaralam sangat mendukung keinginan Kanwil Hukum dan Ham untuk meningkatkan pembangunan Rutan bagi warga binaan. Diharapkan kedepan mereka setelah keluar dari Rutan tidak lagi mengulangi tindakan melanggar hukum,” tegasnya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster