Perusahaan Banyak tak Laksanakan UMK

 245 total views,  2 views today

UMK

Foto : Google Image

PALEMBANG, KS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, sudah menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Palembang 2014, sebesar Rp 1.850.000.  Keputusan itu menurut Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang, sudah disanggupi akan dilaksanakan oleh sekitar 3.500 perusahaan yang beroperasi di metropolis.

Kenyataanya, komitmen itu hanya diatas kertas saja. Ternyata masih banyak perusahaan-perusahaan di kota empek-empek ini, tidak membayar gaji karyawannya sesuai dengan ketentuan UMK.

Anton (27), salah satu karyawan perusahaan swasta di Palembang ini misalnya. Ia mengaku,
selama dua tahun bekerja, gajinya tidak pernah ada kenaikan. Walaupun UMK sudah naik. “UMK kita Rp 1.85.000, tapi saya hanya menerima gaji sebesar Rp 1,4 juta saja perbulan,” kata Anton yang dibincangi, Jumat (24/1).

Perusahaan apa tempanya bekerja tersebut, Anton tidak mau terbuka. Ia minta nama perusahaannya tidak perlu disebut. Ia beralasan, takut ia bakal diberhentikan dari tempatnya bekerja, jika menyebut perusahaanya itu tidak menjalankan ketetapan pemerintah dalam membayar gaji karyawannya.

“Mana ada UMK di jalankan, itu hanya ketentuan pemerintah saja. Kalau soal gaji, perusahaan yang mengatur.  Gaji saya saja tidak sesuai UMK, namun terima sajalah, dari pada tidak ada kerjaan, jadi saya masih tetap bertahan,” kata pria yang beralamat di Kenten Palembang, ini.

Karyawan lainnya, Yulia (29) mengatakan, seharusnya perusahaan dapat melaksanakan ketentuan tersebut, karena itu sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk melaksanakannya. “Sudah enam bulan saya bekerja diperusahaan leasing, tapi gaji saya masih tetap Rp 1,5 juta. Padahal UMK Palembang sudah Rp 1,8,” keluhnya.

Ia berharap kepada perusahaan dapat mewujudkan UMK, yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Kami berharap perusahaan bisa memikirkan karyawannya, dengan cara membayarkan gaji untuk karyawannya sesuai dengan UMK,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Palembang,  Gunawan menyebut, kesepakatan nilai UMK tersebut sebelumnya sudah disetujui oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Palembang.  “Ada 3.500 perusahaan yang terdaftar di Disnaker. Perusahaan-perusahaan itu, setuju untuk membayar upah karyawannya sesuai dengan ketentuan UMK,” ucapnya.

Gunawan mengatakan, masalah tenaga kerja ini sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 tahun  2003. Artinya tegas Gunawan, semua perusahaan wajib membayar gaji karyawannya sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.  “Jadi apabila ada tenaga kerja yang merasa  keberatan, karena menerima gaji dibawah UMK tersebut,  maka bisa melaporkan ke Disnaker dengan cara membuat surat tertulis,” ucapnya.

Jika surat itu sudah diterima, maka Disnaker sambungnya akan memanggil perusahaan bersangkutan untuk membicarakan laporan yang disampaikan karyawannya tersebut. “Kita akan meminta penjelasan dari perusahaan itu, kenapa tidak membayar gaji karyawannya sesuai dengan UMK,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster