Pasar Semrawut Picu Kemacetan

 315 total views,  2 views today

pasar

Kepala Dishubkominfo, Drs Rusman Firman MM. / Foto : Indra Setia Haris / KS

PALI | KS – Buruknya penataan perparkiran dan pedagang di Pasar Inpres, Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), disinyalir sebagai pemicu kemacetan dan kesemrawutan wilayah tersebut.

Kemacetan merupakan pemandangan yang hampir setiap hari dirasakan pengguna jalan maupun para pembeli yang hendak berbelanja di pasar tersebut.

Kepala Dishub Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishub Kominfo), Kabupaten  PALI, Rusman Firman MM mengatakan, soal penertiban pasar tersebut tidak semata-mata dishub yang bertanggung jawab ataupun yang harus menertibkannya.

Hal ini, kata dia, harus ada kerjasama dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM), termasuk juga kerjasama dengan instansi yang membidangi kebersihan.

“Sebab, selain parkir, keberadaan pedagang disana juga sudah memakan badan jalan,” katanya.

Untuk mengatasinya, sambung Rusman, pihaknya dalam waktu dekat akan segera memanggil petugas parkir, untuk memberikan penegasan agar kendaraan roda dua pengunjung pasar tidak parkir menumpuk.

“Ya, kita tegaskan parkir sepeda motor tetap di pasar. Namun, hanya diperbolehkan satu baris saja. Jangan dua baris. Untuk kendaraan roda empat akan kita kaji ulang dulu, apakah akan ditiadakan parkir di pasar dan dialihkan ke terminal atau kita cari tempat alternatif lainnya,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengkaji lokasi dekat pasar untuk dapat dijadikan sebagai lahan parkir bagi kendaraan roda empat. “Kita akan survey lapangan yang sifatnya gabungan bersama Sat Pol PP dan dari pihak pasar sendiri. Nanti kalau memang memungkinkan akan kita buat parkir paralel,” jelasnya.

Disinggung lapangan Ampera depan Koramil, Rusman menjelaskan, untuk parkir di Lapangan Ampera, bisa memungkinkan namun harus dibuat parkir paralel.

“Ya kalau memang memungkinkan, kita buat parkir paralel. Namun itu mesti kami pelajari dulu. Kalau motor tidak mungkin karena terlalu jauh,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan kepada kendaraan yang ingin melakukan bongkar muatan, agar itu dapat dilakukan diatas pukul 12.00 WIB. “Kendaraan yang hendak melakukan bongkar muat, agar dilakukan diatas pukul yang telah ditentukan, agar tidak terjadi kemacetan. Peraturan tersebut sudah berlaku lama,” pungkasnya.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster