Manajemen PT SP2J Pasrah

 292 total views,  2 views today

logo-kabar-sumatera

PALEMBANG, KS – Manajemen PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), perusahaan daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang , siap menghadapi semua resiko dan kemungkinan keputusan yang akan diambil oleh Wali Kota Palembang terhadap “nasib” PT SP2J kedepannya.

Pasalnya, sebelumnya dari hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumsel, pada  Desember 2013 lalu dinyatakan kalau ada sejumlah masalah dalam pengelolaan keuangan di perusahaan tersebut.

“Apapun hasilnya kami tidak masalah, kita siap bekerja sesuai dengan perintah. Karena jabatan yang kami emban ini, adalah amanah,” kata Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen, Jumat (24/1),  yang dimintai komentarnya terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap keuangan PT SP2J.

Marwan mengaku, memang dalam beberapa bulan terakhir perusahaan yang dipimpinnya tersebut, mengalami permasalahan, terutama di bidang keuangan. “Tapi untuk saat ini sudah berangsur membaik kembali,” ujarnya.

Ditanya adanya rencana Wali Kota Palembang, untuk melakukan pembenahan di dalam manajemen SP2J, Marwan menjawab, pihaknya siap apapun yang akan di lakukan wali kota. “Itu demi kebaikan perusahaan juga,  jadi kita pasti siap apapun resiko kedepannya, karena sessungguhnya jabatan adalah amanah,” ungkapnya.

Sementara untuk gaji karyawan yang belum dibayarkan, Marwan mengaku semuanya sudah diselesaikan. “Sesuai dengan janji kami, sebelum tanggal 25 Januari, semua gaji karyawan yang sempat tertunggak, sudah kita bayarkan.  Namun masih ada 25 persen lagi gaji untuk November dan Desember 2013, yang belum kita bayarkan,” tegasnya.

sebelumnya Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan,  pemkot akan memperbaiki PT SP2J, terkait adanya rekomendasi dari BPK Sumsel yang menemukan sejumlah permasalahan. “Kami minta waktu sampai April, untuk memperbaiki semua masalah PT SP2J,” katanya.

Menurut Romi, masalah yang dihadapi SP2J, bukan hanya disisi keuangan saja, melainkan manajemen di dalamnya juga, yang harus dibenahi semua. “Setelah itu baru kita kembangkan, agar PT SP2J lebih baik lagi kedepannya. Tunggu saja, beri kami waktu,” ucapnya.

Romi menyebutkan, waktu empat bulan merupakan waktu yang ideal, untuk membenahi SP2J. Menurut Romi, pihaknya menargetkan SP2J akan berkembang maju dan menguntungkan bagi pemerintah kedepannya.

“SP2J membawahi empat perusahaan lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), angkutan massal transmusi, jaringan gas (jargas) serta pengelolaan rumah susun sewa (rusunawa),” bebernya.

Dalam melakukan pengelolaan ke empat perusahaan tersebut, Romi mengaku, pemkot telah menghabiskan dana sebesar Rp 230 miliar. “Dana tersebut sangat besar, tapi sampai sekarang masih ditemukan masalah keuangan, oleh karena itu pembenahan SP2J menjadi skala prioritas Pemkot Palembang,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

PALEMBANG, KS

Manajemen PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), perusahaan daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang , siap menghadapi semua resiko dan kemungkinan keputusan yang akan diambil oleh Wali Kota Palembang terhadap “nasib” PT SP2J kedepannya.

Pasalnya, sebelumnya dari hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumsel, pada  Desember 2013 lalu dinyatakan kalau ada sejumlah masalah dalam pengelolaan keuangan di perusahaan tersebut.

“Apapun hasilnya kami tidak masalah, kita siap bekerja sesuai dengan perintah. Karena jabatan yang kami emban ini, adalah amanah,” kata Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen, Jumat (24/1),  yang dimintai komentarnya terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap keuangan PT SP2J.

Marwan mengaku, memang dalam beberapa bulan terakhir perusahaan yang dipimpinnya tersebut, mengalami permasalahan, terutama di bidang keuangan. “Tapi untuk saat ini sudah berangsur membaik kembali,” ujarnya.

Ditanya adanya rencana Wali Kota Palembang, untuk melakukan pembenahan di dalam manajemen SP2J, Marwan menjawab, pihaknya siap apapun yang akan di lakukan wali kota. “Itu demi kebaikan perusahaan juga,  jadi kita pasti siap apapun resiko kedepannya, karena sessungguhnya jabatan adalah amanah,” ungkapnya.

Sementara untuk gaji karyawan yang belum dibayarkan, Marwan mengaku semuanya sudah diselesaikan. “Sesuai dengan janji kami, sebelum tanggal 25 Januari, semua gaji karyawan yang sempat tertunggak, sudah kita bayarkan.  Namun masih ada 25 persen lagi gaji untuk November dan Desember 2013, yang belum kita bayarkan,” tegasnya.

sebelumnya Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan,  pemkot akan memperbaiki PT SP2J, terkait adanya rekomendasi dari BPK Sumsel yang menemukan sejumlah permasalahan. “Kami minta waktu sampai April, untuk memperbaiki semua masalah PT SP2J,” katanya.

Menurut Romi, masalah yang dihadapi SP2J, bukan hanya disisi keuangan saja, melainkan manajemen di dalamnya juga, yang harus dibenahi semua. “Setelah itu baru kita kembangkan, agar PT SP2J lebih baik lagi kedepannya. Tunggu saja, beri kami waktu,” ucapnya.

Romi menyebutkan, waktu empat bulan merupakan waktu yang ideal, untuk membenahi SP2J. Menurut Romi, pihaknya menargetkan SP2J akan berkembang maju dan menguntungkan bagi pemerintah kedepannya.

“SP2J membawahi empat perusahaan lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), angkutan massal transmusi, jaringan gas (jargas) serta pengelolaan rumah susun sewa (rusunawa),” bebernya.

Dalam melakukan pengelolaan ke empat perusahaan tersebut, Romi mengaku, pemkot telah menghabiskan dana sebesar Rp 230 miliar. “Dana tersebut sangat besar, tapi sampai sekarang masih ditemukan masalah keuangan, oleh karena itu pembenahan SP2J menjadi skala prioritas Pemkot Palembang,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster