Danau Merah Pagaralam Mengering

 784 total views,  2 views today

danau

Foto : Google Image

Pagaralam KS – Sebuah Danau dengan permukaan air berwarna merah yang terletak di hutan Raje Mandare, perbatasan antara Provinsi Bengkulu-Sumatera Selatan menyimpan  sejumlah misteri hingga  membuat Bumi Besemah ini kian dikenali di penjuru dunia. Namun, sejauh ini kondisi keasrian danau dinilai kurang terjaga, mengingat air yang ada mulai surut bahkan kering kerontang.

Kondisi danau seluas 6 hektare tersebut sudah tidak tampak lagi permukaannya, selain menyusut banyak ditumbuhi hutan semak belukar. Sementara kondisi kolam hanya tersisa telubung yang ukurnya sebesar kubangan kerbau.

Romi, salah satu pengunjung mengatakan, untuk menuju lokasi danau Merah di Hutan Rimba Candi setidaknya membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Namun sangat disayangkan, sebuah danau yang banyak menarik perhatian wisatawan dan pengunjung terutama para pecinta minat khusus, tak dapat lagi menikmati keasrian objek yang ada mengingat kondisinya kian memperihatinkan.

“Tak hanya mongering, disekitar danau telah banyak ditumbuhi semak  belukar hingga tak terlihat lagi permukaan danau yang cukup eksotis tersebut,” kata Romi.

Lanjutnya, jika sekitar tahun  2010 hingga 2012 silam, kondisi danau ini masih asri dengan luas permukaan air sekitar 5-6 hektare dengan dihiasi pepohonan yang mengelilingi danau hingga memancarkan warna merah seperti darah.

“Sekitar dua tahun lalu, lokasi tersebut masih terlihat permukaan air danau yang cukup luas. Sementara sekarang ini sangat berbeda sekali, karena  air danau sudah kering dan tidak ada lagi hamparan air,” sebutnya.

Kendati demikian dikatakan Romi, hingga kini belum diketahui apa penyebab danau bisa mengering hingga tidak ada lagi airnya kecuali telubung seluas kubanggan kerbau. Sementara jika dilihat dari kondisi  alam sekitar tidak banyak perubahan, namun tidak tahu apa ada aliran sungai yang langsung masuk ke muara danau sudah rusak akibat maraknya perambahan atau memang kondisi hutan sekitar lokasi danau sudah rusak,” bebernya.

Menurut dia, kalau kondisi danai tersebut tetap terjaga dengan baik dan Dilestarikan, tentunya akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Bumi Besemah ini.

“Danau Merah di Bukit Raje Mandare Kota Pagaralam merukan keajaiban permukaan air yang berhasil ditemukan di Indonesia,” terangnya seraya berujar kawasan Rimba Candi ini tergolong masih kuat mistisnya, karena setiap orang yang mengunjungi di daerah tersebut kerap kali menemukan berbagai keanehan.

Adapun berbagai keanehan yang dialami lanjut Romi, seperti cerita kebanyakan warga yang pernah datang ke lokasi hutan Raje Mandare perna melihat sejumlah satwa raksasa. Misalnya, kelabang dengan lebar 30 cm dan panjangnya 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebahnya.

“Tapi pada saat kami datang ke lokasi dimaksud tidak menemukan hal magik atau kejadian aneh dan sulit dipercaya dengan akal sehat. Termasuk pula dengan danau itu, terkadang bisa ditemukan dengan kondisi sempurna, tapi ada juga yang tidak berhasil menemukannya dan justru malah tersesat,” tambahnya.

Sebetulnya, kata dia, cukup banyak keanehan di hutan Rimbacandi selain sering ditemukan berbagai keajaiban dan banyak juga kejadian aneh bila tidak berhati-hati dalam menjaga tingkah laku. Baik bersifat pembicaraan dan sikap yang dilakukan dalam hutan mesti benar-benar dijaga dengan baik.

“Selama kami disana tidak pernah menemukan hal yang aneh, tapi warga lainnya ada yang menemukan kerbau, sepasang angsa putih, dan termasuk hewan langka lainnya. Termasuk jika diamati sejumlah pepohonan yang tegak berdiri di atasnya pun seperti mempunyai tatanan tersendiri. Kalau tanah tempat pohon itu tumbuh masih masuk wilayah Tanah Basemah Kota Pagaralam, maka semua pohonnya miring ke arah Pagaralam. Namun, kalau tempat tumbuhnya di Bengkulu, maka pohon-pohonnya miring ke arah Bengkulu pula, atau berlawanan dengan arah Pagaralam,” ulasnya.

Senada dituturkan Intan, pengunjung lainnya mengakui hal itu. Ia mengatakan,  jika melihat dari kondisinya memang danau merah sudah hilang karena air sudah mengering dan tidak ada lagi bentuk kolam besar.

“Sebetulnya kami cukup kecewa karena tidak bisa menemukan lagi keberadaan danau merah yang menjadi salah satu daya tarik di Bumi Besemah ini,” katanya.

Namun, kata dia,  kondisi hutan masih cukup lebat dan perbukitan terjal untuk menuju lokasi danau merah.

“Sejauh ini kondisi air danau sudah menggering dan tidak tahu penyebabnya. Mungkin karena faktor alam atau ulah manusia yang sering terjadi pembalakan liar,” kata Intan dengan nada sedikit kecewa.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pagaralam, H Ibu Hajar SE mengatakan, daerah Rimbacandi memang masih banyak menyimpan misteri yang hingga kini belum dapat terungkap. Termasuk pula  keberadaan bukit Raje Mandare yang banyak memiliki peninggalan sejarah.

“Kami belum pernah ke lokasi danau merah melainkan baru sekedar cerita, termasuk pula dengan kondisinya mulai mengeraing,” jelasnya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster