2017, Palembang Bebas Bus Kota

 2,739 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) secara bertahap tidak memperpanjang izin trayek lima angkutan kota. Yakni  trayek jurusan Ampera-Plaju, Ampera-KM 5, KM 5-Talang Betutu, Ampera-Bukit Besar, dan Ampera-Perumnas.

Jumlah  angkutan umum yang beroperasi di lima trayek tersebut menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin Thoyib, mencapai ratusan.  Di antaranya bus kota sebanyak 200 unit dan 1.700 angkutan kota.

“Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 1465 tahun 2009 tentang Penghentian, Peremajaan, dan Penggantian Kendaraan, maka izin trayek di lima jurusan itu tidak kita perpanjang. Kebijakan ini dikeluarkan, untuk mendukung program penggunaan transportasi massal BRT Transmusi,” jelas Masripin, kemarin.

Angkutan kota tersebut sambungnya, kelak dialihkan jadi angkutan pengumpan (feeder), yang melayani di permukiman penduduk yang belum punya sarana transportasi. “Kami sudah membuka dan menawarkan kepada pemilik angkot untuk beralih ke trayek baru. Ada 10 trayek yang kami tawarkan ke pengelola angkot,” ucap Masripin.

Adapun 10 trayek itu, yakni Talang Betutu-Alang-Alang Lebar, Talang Kelapa-Alang-alang Lebar, Talang Jambe- Alang-alang Lebar, Perumdam-Talang Buruk, Sukabangun II-KM 5, Jalan Sosial-KM 5, Tegal Binangun-Plaju Laut, Kertapati-Panca Usaha, Makrayu-Bukit Besar, dan Way Hitam-KM 5.

Masripin mengatakan, sejak trayek ini ditawarkan, sudah ada lima angkot yang melakukan uji coba di jurusan Perumnas-Talang Buruk. Kelak di jurusan itu akan ditambah lima angkot lagi. Hanya saja, masyarakat belum begitu antusias.

Kendati begitu, Masripin mengatakan rencana ini peremajaan bus kota dan angkot jalan terus. Tahun 2017 diharapkan tidak ada lagi bus kota yang melenggang di jalan-jalan utama Palembang.

Sebagai gantinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiapkan transportasi yang lebih nyaman dan aman, yakni Transmusi. “Sekarang sudah ada sekitar 120 unit transmusi, idealnya ada 275 unit sehingga bisa melayani semua warga Palembang. Kita akan terus lakukan penambahan secara bertahap,” ujar Masripin.

Sementara Kepala Bidang Transportasi, Rel dan Kereta Api Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, menambahkan, penghapusan bus kota terus dilakukan. Dari 550 unit bus kota saat ini, tersisa 102 unit bus kota lagi. “Tahun 2008, masih ada kendaraan memperpanjang trayek, kemungkinan akhir 2017 sudah mulai berkurang,”  ucapnya.

Pada 2006, bus kota di Palembang mencapai 600 unit. Padatnya bus kota ini semakin berkurang hingga sekarang tinggal 102 unit. Meski demikian, Agus memastikan tahun 2017 semua kendaraan ini tidak bisa lagi beroperasi mengingat masa izin trayek sudah habis. “Dengan begitu, rencana zero operasional bus kota pada 2017 bisa terwujud,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster