SDN 3 Palembang Memprihatinkan

 290 total views,  2 views today

PALEMBANG KS-Kondisi Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Palembang yang berada di jalan sultan mansyur bukit lama palembang sangat memprihatinkan pasalnya, dari sepuluh ruangan yang ada di sekolah tersebut tujuh diantaranya rusak berat.

“Di sekolah ini hanya ada tiga ruangan yang lumayan bagus, sedangkan tujuh ruang lainnya bisa kita lihat sendiri, bagaimana kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Kepala Sekolah SD Negeri 3 Palembang, Rosdiana SPd Rabu (22/1).

Kondisi ini kata Rosdiana, sudah setahun lebih hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk melakukan perbaikan. Bahkan kata dia, sudah setahun ini siswa di sekolah tersebut tidak pernah melakukan upacara bendera karena kondisi lapangan upacara seperti rawa dan becek. “Tidak pernah melaksanakan upacara bendera di karenakan lapangan yang ada tidak bisa di fungsikan sebagaimana mestinya,”katanya.

Awalnya kata dia, dahulu sekolah ini tidak banjir seperti sekarang ini, namun karena di sekitar lingkungan sekoalh banyak terjadi penimbunan rawa-rawa maka tidak ada daerah resapan air, sehingga jika hujan deras halaman sekolah ini seperti kolam. “Kita juga khawatirkan dengan kesehatan siswa melihat kondisi seperti karena rentan terhadap penyakit, ujarnya.

Sebelumnya lanjut dia, pihaknya sudah pernah mengadukan ini ke dinas terkait, bahkan di tahun 2013 yang lalu pihaknya juga sudah pernah mengajukan surat ke Disdik sebanyak dua kali, namun belum terealisasi.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan, untuk sekolah yang mengalami kebanjiran akan segera diberi bantuan, dan juga akan dicarikan solusinya.

“Yang pasti kita tidak akan biarkan hal ini berlarut lebih lama lagi, namun karena ini awal tahun kita juga akan mencarikan dananya untuk menanggulanginya,” ujarnya.

Pengamat pendidikan Sumsel, Mulyadi sangat menyayangkan apa yang terjadi pada SD ini, apalagi dengan kondisi lapangan yang tidak mendukung menyebabkan mereka tidak bisa melakukan upacara. “Namun pihak dinas khususnya pihak sekolah sendiri harus memiliki cara tersendiri, agar rasa nasionalisme mereka tidak hilang. Mereka juga harus di ingkatkan dan di ajak membahas apa saja yang biasa di lakukan selama upacara,”ungkapnya.

 

TEKS       : BUBUN KURNIADI

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster