Penagih Ilegal di Pasar Tradisional Marak

 183 total views,  2 views today

Ilst. Suasana Di Pasar 16 Ilir Palembang

Ilst. Suasana Di Pasar 16 Ilir Palembang

PALEMBANG KS-Rencana Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya untuk menaikkan tarif retribusi pasar tradisional di Metropolis sampai sekarang belum juga ketuk palu, namun beberapa pedagang Pasar mengaku sudah membayar retribusi lebih dari ketentuan yang ada.

“Memang ada penagih, mungkin itu preman mereka meminta setoran lebih dari ketetapan PD Pasar, biasanya kami memberi setoran sekitar Rp 15-25 ribu setiap harinya, dengan alasan kemanan dan lain sebagainya,”ungkap Nur salah seorang pedagang Pasar 16 Ilir Palembang, Rabu (22/1).

Nur mengatakan, para pedagang sudah mengetahui rencana PD Pasar untuk menaikkan retribusi pasar, dan sebenarnya para pedagang tidak keberatan soal itu.

“Tapi sampai sekarang kan belum disyahkan, jadi retribusinya masih tetap seperti biasa, jangan ada yang menagih diatas ketentuan PD Pasar,”harapnya.

Senada dengan Nur, pedagang manisan di Pasar 16 Ilir Palembang Robianto mengatakan, banyak penagih di pasar tersebut mengatasnamakan PD Pasar.

“Jadi mau tidak mau kami harus membayarkan uang yang dipinta oleh penagih tersebut,”katanya.

Sambung Robi, para pedagang berharap kepada PD Pasar bisa mengumpulkan para pedagang, kemudian memberitahukan mana saja petugas dari PD Pasar yang sebenarnya.

“Jadi kami bisa membedakan, mana preman mana petugas pasar, bila perlu pakaian petugas dari PD Pasar ada ciri khasnya tersendiri,”harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Ces Busri mengatakan, rencana menaikkan tarif retribusi pasar tersebut sudah direncanakan tahun 2013, dan direalisasikan 2014. Sekarang ini, sebut Apriadi, pedagang mengeluarkan biaya sebesar Rp 9 ribu setiap harinya. Itu sesuai dengan ketentuan.

“Jadi untuk retribusi pasar sebesar Rp 5 ribu, jasa keamanan Rp 2 ribu dan Rp 2 ribu untuk kebersihan pasar, jadi totalnya Rp 9 ribu,”tegasnya.

Dikatakan Apriadi, setelah dilakukan sosialisasi melalui media soal kenaikan retribusi harian pasar dari Rp 5 ribu menjadi Rp 7 ribu. Para pedagang tidak keberatan. Tapi mereka meminta kepada pihak PD Pasar agar bisa menertibkan penagih-penagih ilegal di Pasar-pasar tradisional.

“Para pedagang itu sanggup mengeluarkan biaya sampai Rp 30 ribu per harinya, tidak mungkin untuk membayarkan Rp 7 ribu saja tidak mampu,”katanya.

Lebih jauh Apriadi menjelaskan, kedepannya para pedagang bisa memberanikan diri untuk menolak memberikan penagih diluar dari PD Pasar. Karena sebutnya, kedepannya petugas pasar akan diberikan seragam khusus.

“Usulan pedagang agar berseragam kami akan wujudkan, memang sudah ada pakaian seragam, tapi belum 100 persen. Jadi kedepannya akan kita samakan semua pakaian petugas pasar ini,”bebernya.

Apriadi menyebutkan, jumlah petugas di pasar-pasar tradisional Palembang jumlahnya berbeda, karena tergantung dari kebutuhan pasar tersebut.

“Misalnya seperti pasar 16 Ilir, petugasnya ada 20 orang, pasar KM 5 hanya 6 orang, dan setiap pasar berbeda,”tukasnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster