Bus Usia 10 Tahun Tidak di Perpanjang Izin

 204 total views,  2 views today

Bus Kota | Antaranews.com

Bus Kota | Antaranews.com

PALEMBANG KS-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, tahun 2014 ini tidak akan perpanjang izin trayek 18 armada bus kota.

Dikatakan kepala Dishub Palembang, Masripin Toyib, tidak diperpanjangnya izin bagi bus tersebut dengan alasan, tidak layak operasional lagi.

“Jumlah bus kota di Palembang saat ini berjumlah 120 armada, dan 18 bus tidak diperpanjang izinnya. Jadi sekarang jumlah total bus di Palembang sekitar 102 armada,”ungkap Masripin, saat dibincangi di Balai kota, Rabu (22/1).

Masripin menyebutkan, setiap tahun pihaknya melakukan pendataan bus kota, karena bagi kendaraan yang usianya diatas 10 tahun tidak akan lagi diperpanjang.

“Izin trayek hanya diterbitkan untuk kendaraan yang usianya dibawah sepuluh tahun, dan selebihnya tidak akan diperpanjang lagi izin trayeknya,”sebutnya.

Lebih jauh Masripin menjelaskan, pada tahun 2011 lalu. jumlah bus kota yang masih beroperasi sebanyak 350 unit. Setiap tahun rata-rata bus kota yang mengurusi masalah izin trayek berkisar antara 80-90 unit. Kata Masripin, Walikota Palembang menargetkan tahun 2017 tidak ada lagi bus kota yang beroperasi di Metropolis ini.

“Secara bertahap dilakukan penghentian izin trayek terhadap kendaraan yang berusia lebih dari 10 tahun,”katanya.

Menurut Masripin, saat ini masyarakat Palembang sudah memiliki alat transportasi yang nyaman, yakni transmusi dengan jumlah total saat ini 150 unit. Sampai dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Palembang. Bus Kota yang belum sampai 10 tahun akan tetap beroperasi.

“Masyarakat saat ini memilih kendaraan yang aman, dan jauh dari tindakan kriminalitas. Setidaknya Palembang ini memerlukan lebih kurang 250 unit armada bus transmusi,”katanya.

Sementara itu, Kabid Transportasi Jalan dan Rel Dishub Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, para sopir bus yang tidak di perpanjang izin trayeknya kita arahkan untuk menjadi bus antar kota dalam provinsi (AKDP).

“Jadi bus mereka dirubah cat mobilnya kemudian jadi sopir AKDP, jadi ada solusi yang baik bagi para sopir ini,”katanya. Menurut Agus, saat ini sudah banyak sopir bus kota yang beralih ke bus AKDP, dan mereka tidak mempermasalahkan soal itu, karena izin trayek bus mereka tidak diperpanjang dengan alasan nilai kelayakan.

“Kalau tidak layak lagi kan tidak baik, akibatnya berdampak pada polusi udara, jadi para sopir memaklumi hal tersebut,”bebernya.

Adapun bus kota yang menjadi bus AKDP, sebut Agus, adalah Palembang tujuan Banyu Asin, dan Palembang-Inderalaya. Jadi setelah izin tidak diperpanjang para sopir masih tetap bisa bekerja.

“Kami harapkan bus kota yang masih diperpanjang izin trayeknya, agar tetap menjaga kondisi mesin mobil agar tidak menjadi polusi udara,”tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster