BP3MD Tak Berani Pasang Target

 226 total views,  2 views today

Ilustrasi Investasi

Ilustrasi Investasi

– Investor Masih Wait and See

PALEMBANG,KS-Kendati realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel melewati target, namun Badan Promosi Perencanaan Perizinan Modal Daerah (BP3MD) Sumsel tidak berani mematok target pada tahun ini. Tingginya suhu politik di Sumsel diprediksi bakal mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya.

“Mereka wait and see dulu. Namun, kita tetap optimistis pada tahun ini investasi kita bisa naik hingga 20 persen nantinya,” kata Kepala BP3MD Sumsel, Permana usai menghadiri HUT Dharmawanita Sumsel, Rabu (22/1)

Target yang ditetapkannya itu dinilainya cukup realistis mengingat pada 2012 investasi modal daerah telah memenuhi target investasi ditingkat provinsi. Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan nilai investasi 2013 sebesar Rp17,2 triliun, dan berhasil meraih capaian hingga Rp19,44 triliun.

Namun, kata dia, pada 2014 ini ia menilai jika minat para investor biasanya menunggu dan melihat perkembangan perekonomian, mengingat masuknya suasana politik.

“Kita tidak bisa memaksakan keinginan investor. Namun, kita tetap menerima dengan tangan terbuka,” jelasnya.

Sumsel sendiri, diakui Permana, merupakan provinsi kedua setelah Papua terhadap minat investor yang ingin menanamkan modalnya. Papua sendiri dianggap berhasil lantaran dukungan dari biografis akan potensi Sumber Daya Alam tambang yang cukup baik.

“Kita mungkin sulit untuk mengimbangi SDA daerah itu. Hanya saja, kita lakukan dengan cara lain yakni mempermudah rentan kendali birokrasi dalam hal kepengurusan perizinan serta meningkatkan proses pelayanan bagi para investor tersebut.Peningkatan keamanan juga patut menjadi prioritas,” ujarnya.

Khusus untuk Sumsel sendiri, Permana menilai, hampir seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel memiliki potensi yang baik. Masing-masing daerah memiliki nilai tambahnya. Ia mencontohkan, Kabupaten Muaraenim dan Lahat sangat baik dalam sektor pertambangan dan batubaranya. Sedangkan wilayah perkebunan, didominasi Kabupaten Musi Rawas.  “Palembang lebih membidik sektor industri,” kata dia.

Menurut Permana, diawal tahun ini, Provinsi tengah melakukan konsultasi publik dengan seluruh kabupaten/kota. Kegiatan ini digelar untuk melihat sejauh mana proses perencanaan pembangunan di setiap daerah tersebut.

“Hari ini (kemarin) kita gelar di Kabupaten Muaraenim. Kita ingin tahu kendala apa yang paling dirasakan oleh penyelenggara kebijakan disana agar raihan PAD bisa ditingkatkan,” tegas Permana.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebelumnya juga berupaya agar iklim investasi tetap berlangsung kondusif. Salah satunya dengan secara berkala menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional.

Menurutnya, kondisi ini harus dilanjutkan agar investasi di Sumsel terus positif yang akhirnya berdampak kepada masyarakat dalam bentuk bertambahnya kesempatan kerja. Investasi Sumsel menurutnya hingga saat ini masih didominasi dari sektor hulu yakni pertambangan dan perkebunan.

“Kedepan lebih diprioritaskan sektor hilir agar bisa ada nilai tambah bagi Sumsel termasuk perluasan lapangan kerja,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster