Bengkel Sepi, Kasman Bisnis Narkoba

 252 total views,  2 views today

ilustrasi (foto: Thinkstock)

ilustrasi (foto: Thinkstock)

PALEMBANG, KS |KS –Berdalih bengkel sepeda sedang sepi pelanggan, Kasman (22), nekat beralih profesi menjadi penjual ekstasi. Namun, baru satu bulan menjalani bisnis haram itu, Kasman sudah ditangkap petugas saat transaksi ekstasi di Jalan Pangeran Antasari, Lorong Pagar, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Selasa (21/1).

Dari tangan Kasman, petugas menyita 21 butir ekstasi yang sedang dipegang Kasman. Meski sempat coba dibuang, pria yang tinggal dilokasi penangkapan ini tetap tak berhasil mengelak dari penangkapan.

“Bengkel sedang sepi pelanggan, sementara saya harus menghidupi anak dan isteri. Sebab itu, saya jadi penjual ekstasi,” kata Kasman, Rabu (22/1).

Dari pemeriksaan diketahui, Kasman tidak hanya menjadi penjual ekstasi. Rupanya, Kasman juga sesekali menjual sabu. Baik ekstasi dan sabu, Kasman membelinya dari seorang warga yang tinggal di kawasan 13 Ilir.

“Saya dapat untung Rp 100 ribu untuk tiap butir ekstasi yang dijual. Sementara dari transaksi sabu, ia mendapat keuntungan yang sama, yakni Rp 100 ribu,” kata Kasman.

Selain menangkap Kasman, petugas juga membekuk seorang bandar sabu di lokasi yang sama. Tiga paket sabu ukuran sedang didapat petugas dari tangan Agus (40). Selain itu, petugas juga menyita hp Samsung dari tangan warga Jalan Rama Kasih VI, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang itu.

Dari hasi pemeriksaan, Agus diketahui juga menjual ekstasi. “Ini pesanan kawan saya. Saya beli dari seorang warga di 13 Ilir. Per butir ekstasi, saya dapat untung Rp 20 ribu, sementara sabu dapat untung Rp 300 ribu setiap transaksi,” kata Agus.

Dilanjutkan Agus, ia baru satu bulan menjalani usaha sebagai penjual sabu dan ekstasi. Alasan belum mendapat pekerjaan membuat Agus memilih terjun di bisnis haram ini.

Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Dedy Prasetyo, melalui Kasubdit III, AKBP Imam Ansyori, membenarkan penangkapan tersebut. Keduanya ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Keduanya ditangkap saat hendak transaksi sabu dan ekstasi. Keduanya bisa dijerat pasal 114 dan pasal 112 tentang pemberantasan narkoba,” kata Imam.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster