Bayi Uthik Akhirnya Meninggal

 339 total views,  2 views today

PALI | KS-Uthik, bayi berumur tiga bulan dan penderita gizi buruk akhirnya meninggal dunia setelah dirawat selama dua minggu di Rumah Sakit Mohamad Hoesin (RSMH) Palembang.

Uthik menghembuskan nafas Minggu (19/1) pukul 11.00 Wib. Sebelum dirawat di RSMH, selama dua minggu Uthik dirawat di RSUD Talang Ubi.

Namun, Sabtu sore (18/1) ia terpaksa dirujuk ke RSMH karena diare. “Terpaksa kita rujuk ke Palembang Mas, kondisinya menurun karena mencret. Mungkin orang tuanya lalai saat memberinya susu sehingga buang-buang aire,” jelas dr Dhandy Wijaya, Direktur RSUD Talang Ubi.

Jenazah Uthik sudah dibawa dari Palembang dan dikebumikan di Talang Pegang, Kelurahan Pasar Bayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Senin (20/1) pukul 15.00 WIB.

“Awalnya Uthik berangkat ke Palembang hanya ditemani oleh ibunya. Karena Arsan, ayahnya, di dusun sedang berburu babi. Untunglah Arsan akhirnya sempat bertemu anaknya Uthik di Palembang,” jelas Maman Wahari yang biasa mendampingi Arsan.

Menurut Maman, saat Arsan menyusul ke RSUD bayi Uthik sudah diangkut ambulan ke Palembang. Mengetahui Arsan ingin ke Palembang, seluruh karyawan dan paramedis RSUD sempat mengumpulkan dana untuk membiayai Arsan menyusul anaknya.

“Terkumpul uang 1,2 juta. Makanya Arsan mempunyai uang untuk berangkat ke Palembang. Uang itu juga dipakai untuk biaya pemakaman,” jelas Maman.

Heri Amalindo Turut Berduka

Sementara itu, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo mendengar berita meninggalnya Uthik, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Sangat disayangkan. Padahal kemarin saya tanya, berat ananda Uthik sempat mencapai 2,9kg. Artinya kondisi beratnya mulai normal,” kata Heri Amalindo yang selalu mengikuti perkembangan Uthik.

Heri berharap, Uthik menjadi anak terakhir yang menderita gizi buruk di kabupaten PALI. ” Jangan sampai ada lagi anak yang menderita seperti Uthik. Kita sangat berduka dengan kejadian ini,” jelas Heri.

Uthik, adalah bayi asal dusun Jerambah Besi Desa Kartadewa Kecamatan Talang Ubi yang menderita gizi buruk. Meskipun terlahir normal dengan berat 3,5kg tapi setelah tiga bulan beratnya hanya 2,2kg. Kondisi Uthik yang menderita bibir sumbing tidak mampu menyedot ASI dari ibunya.

Orang tuanya yang tidak mampu hanya memberi Uthik asupan air tajin dan air putih semata. Itulah sebabnya berat badan Uthik menurun drastis.

 

Teks/Foto  : Indra Setia Haris

Editor         : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster