Tenggak Miras, Dua WNA Meregang Nyawa

 134 total views,  2 views today

jeruji

PALEMBANG, KS –Diduga akibat keracunan minuman keras (Miras), dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia dan Myanmar tewas meregang nyawa.

Sebelum tewas, keduanya sempat mendapatkan perawatan intensif pihak Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH), Palembang. Dua WNA tersebut bernama Zaw Htat Yandon (29), warga negara Myanmar dan Petrus Ella (31), warga Negara  Malaysia.

Hingga berita ini diturunkan, kedua jenazah yang merupakan pelaut ini, masih disimpan dilemari pendingin kamar mayat RSMH Palembang, sambil menunggu pihak keluar untuk mengambil dan membawanya ke Negara Masing-masing.

Tewasnya dua anak buah kapal (ABK) ini, setelah menenggak minuman keras saat berada di kapal, Jumat (17/1). Selanjutnya, kedua korban mengalami dada sesak, dan mulai tak sadarkan diri. Sempat dilarikan ke ruamh sakit Pelabuhan, namun nyawa korban tak tertolong lagi.

Selanjutnya atas kejadian tersebut sempat dilaporkan ke petugas Sat Pol Air Polresta Palembang. Oleh petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menggali keterangan saksi-saksi.

“Dari keterangan saksi, keduanya sempat minum-minuman keras saat bersandar di perairan Sungai Musi dekat Pulau Kemaro. Tujuan mereka hendak bersandar di dermaga PT BA Kertapati,” ujar Kasat Pol Air Polresta Kompol Junaidi melalui Kanit Gakkum Pol Air, AKP Benny Wijaya, Selasa (21/1).

Lanjutnya, untuk mengetahui penyebab kematin korban, kedua jenazah dibawa ke RSMH Palembang untuk dilakukan visum dan otopsi. “Dugaannya karena miras, tapi untuk jelasnya perlu kita lakukan visum dan autopsi dulu,” tambahnya.

Sementara itu, petugas Forensik RSMH Palembang, dr Indra S.PF mengatakan bahwa dari cirri-cirinya kemungkinan korban kekuragan oksigen. Selain itu dari keterangan saksi korban juga menenggak minuman keras.

“Ciri-ciri luar seperti ujung jari tanganya membiru seperti kekurangam oksigen dan kekurangan poksigen bisa disebabkan keracunan minuman keras yang menyebabkabn korban sesak napas. Untuk luka-luka akibat penganiayaan tidak ada. Kami juga hanya melakukan visum luar, sementara untuk autopsi menuungu izin dari pihak keluargga dan izin dari kenegaraan,” bebernya.

 

Teks      :  Oscar Ryzal

Editor  : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster