SDN 26 Terima Anak Berkebutuhan Khusus

 845 total views,  2 views today

– SD Negeri 26 Lawang Kidul

MUARAENIM I KS-SD Negeri 26 Lawang Kidul yang berada di Komplek BTN Mandala Tanjungenim, siap menampung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), setidaknya sudah ada 60 ABKyang bergabung dengan siswa umum lainnya.

Kepala SDN 26 Lawang Kidul, Rustiawati Spd, mengatakan, sejak sekolahnya di tunjuk pemerintah pada  2011 lalu, SDN 26 Lawang Kidul langsung mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan sekolah inklusi atau sekolah bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Menurutnya, pendidikan inklusi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari program pendidikan untuk semua.

“Program ini merupakan program dari pemerintah. Khusus di kecamatan Lawang Kidul baru ada dua sekolah yang sudah menerapkannya, salah satunya sekolah kita. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus agar dapat bersosialisasi dengan anak-anak pada umumnya dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam pendidikan,” terang Rustiawati, kepada Kabar Sumatera, Selasa (21/1).

Pemahaman dasar, kata dia, dari sekolah inklusi adalah “education for all” atau pendidikan untuk semua. Yakni, tidak membedakan anak bodoh dan pandai, anak reguler dan anak berkebutuhan khusus.

“Dengan pendidikan inklusi ini merupakan wujud dari reformasi pada dunia pendidikan kita. Sebagai wujud kesamaan hak memperoleh pendidikan bagi seluruh anak bangsa,”jelasnya.

Disamping itu, lanjut dia, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Muaraenim telah menyelenggarakan pelatihan bagi guru- guru pendamping khusus di sekolah inklusi termasuk guru SDN 26 Lawang Kidul ini.

“Sudah sembilan puluh persen guru kita pernah ikut pelatihan guru pendamping siswa berkebutuhan khusus yang diadakan oleh pemerintah. Secara bertahap guru kita ikutkan dalam pelatihan sejak tahun 2011 hingga tahun ini,”terangnya

Kedepan, dirinya berharap kepada anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus dapat mempunyai kualitas yang sama dengan siswa umum lainnya. Di sekolah ini, pihaknya juga memperlakukan anak ABK sama dengan siswa umum lainnya.

“Semua anak kita perlakukan sama, seperti dalam suasana belajar, anak ABK kita campur dengan anak umum lainya, begitu juga saat bermain, mereka kita lihat tidak ada masalah kok bisa campur,”pungkasnya.

 

Teks         : SISWANTO

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster