Plh Sekda : Sampah Tidak Boleh Lagi Dibuang di Pasar

 295 total views,  2 views today

Plh Sekda Gelar Rapat Atasi Sampah dan Kemacetan di Pasar Inpres Pendopo

Plh Sekda Gelar Rapat Atasi Sampah dan Kemacetan di Pasar Inpres Pendopo

– Kumpulkan Camat dan Lurah-

PALI | KS-Menggunungnya sampah di Talang Ubi mendapat perhatian ekstra dari Pemkab PALI.

Selasa (21/1), para lurah di Kecamatan Talang Ubi dikumpulkan untuk membahas masalah tersebut di ruang rapat Pemkab PALI.

Rapat tersebut dipimpin langsung Plh Sekda Drs Amirudin Tjikmat MM didampingi Asisten II Burdani Akil SH.

Amirudin meminta kepada camat dan lurah untuk mengupayakan kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di Pasar Inpres Pendopo. Bak sampah yang ada di pasar hanya diperuntukkan bagi para pedagang saja.

“Pengelolaan sampah saat ini menjadi perhatian publik sejak dua minggu terakhir. Mulai saat ini, petugas harus mengangkut semua sampah di situ (Pasar –red). Tidak boleh lagi ada sampah sampai pagi besoknya,” tegas Amirudin Tjikmat.

Untuk itu, Amir meminta petugas keamanan yang bertugas untuk menjaga agar warga tidak lagi menjadikan bak sampah di pasar inpres sebagaig tempat pembuangan.

Sebagai solusinya, warga cukup mengumpulkan sampah didekat rumah masing-masing. Selanjutnya akan ada petugas yang mengambil.

“Nanti kedepannya akan kita sediakan kontainer sampah. Pak Bupati berencana akan membeli enam unit kontainer sampah,” tambah Amirudiin.
Sementara itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang selama ini tidak bisa dijangkau akan mendapat solusi baru. Hal itu mengingat jalan menuju TPA di KM 8 rusak berat dan tidak bisa dilalui truk sampah. Pemkab akan membuang sampah di Simpang Raja.

“Bapak Heri Amalindo sudah menyediakan lahan pribadinya untuk dijadikan tempat pembuangan sampah. Meskipun hujan turun, sampah tidak lagi menumpuk dan sudah terangkut semua,” tambah Asrohi, Camat Talang Ubi.

Parkir Ikut Dibenahi

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Dishubkominfo Drs Rusman Firman MM, Kepala Disperindagkop UKM Drs Kusmayadi dan puluhan petugas parkir itu, Sekda juga menegaskan parkir di Talang Ubi hanya disediakan di 16 titik.

Setiap titik parkir, tidak diperkenankan membuat parkir berlapis. Segala retribusinya akan diserahkan ke Pemkab PALI. “Nanti akan ada Peraturan Bupati (Perbup), ” tegas Amirudin.

Lanjut Amirudin, bagi pedagang yang berjualan di Pasar Inpres tidak diperkenankan melakukan bongkar muat dibawah pukul 12.00 Wib. “Aktifitas bongkar muat harus menunggu pasar sepi, biar tidak lagi ada kemacetan,” tambahnya.
Diakhir pertemuan, Amirudin meminta kepada camat dan seluruh lurah, agar mulai melakukan sosialisasi terkait beberapa ketentuan tersebut.

Pertemuan ini menindak-lanjuti perintah Penjabat Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo yang geram melihat persoalan sampah di ibukota kabupaten PALI itu tidak kunjung terselesaikan.

Selama dua minggu, sampah menumpuk dipemukiman dan pasar karena tidak terangkut. Petugas beralasan akses jalan masuk menuju TPA rusak berat.

Setelah Heri Amalindo menyediakan lahan yang dibeli secara pribadi, tumpukan sampah mulai diangkut oleh petugas kebersihan.

 

Teks/Foto  : Indra Setia Haris

Editor          : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster