Kepekaan Pemimpin Negara

 176 total views,  2 views today

sby

SAAT ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) dinilai tidak peka terhadap penderitaan dan kesusahan rakyatnya yang tengah dilanda bencana banjir dan letusan gunung berapi. Presiden SBY dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadi dan partai dengan meluncurkan buku yang ditulisnya serta pergi ke Bali untuk menghadiri pertemuan kader Partai Demokrat.

Kecaman dan kritikan itu disampaikan sejumlah kalangan seperti Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husein, Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin, dan Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah secara terpisah di Jakarta.

Di berbagai media sosial, kecaman dan kritikan bahkan makian dilontarkan netter terhadap Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono karena dianggap tidak memedulikan korban bencana banjir di Jakarta dan Manado serta pengungsi korban letusan Gunung Sinabung, Sumatera Utara.

Saleh Husein mengatakan, sebagai kepala pemerintahan, SBY harus turun tangan mengoordinasi para menterinya untuk menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.

Politikus Partai Hanura itu menilai sikap SBY mencerminkan seorang pemimpin yang kurang peka terhadap musibah dialami rakyatnya.

Sikap Presiden SBY belakangan ini terkesan berjalan kurang efektif. Apalagi, Ketua Umum Partai Demokrat itu mulai terlihat lebih sibuk mengurus persoalan internal partainya menjelang Pemilu 2014.

Saleh menuturkan, banjir di Jakarta dan bencana di daerah lain telah membuat ribuan orang terpaksa mengungsi. Masih banyak kebutuhan yang mereka perlukan. Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah seharusnya berfokus dan bersatu dalam penanganan bencana.

Saleh menambahkan, memasuki tahun politik ini, pemerintahan terlihat makin tidak efektif. Sikap SBY yang lebih sibuk mengurusi partainya merupakan salah satu bukti pemerintahan yang tidak berfokus.

TB Hasanuddin mengatakan, SBY seharusnya bisa lebih dahulu menengok lokasi bencana dan pengungsi sebelum mengikuti agenda partai. Ini tentang perasaan, mestilah SBY datang ke Manado, ke Sinabung, atau naik heli, lalu keliling ke arah pantura tapi punya gambaran untuk memutuskan. Apalagi gaya kepemimpinan SBY yang mudah marah dan tersinggung. Dia sering kecewa, itu tidak ditampakkan pada wajah dia, tapi disalurkan kepada orang lain. Kita mengharapkan Presiden dan jajaran pemerintahan di bawahnya benar-benar memiliki sikap empati terhadap penderitaan yang dialami oleh rakyatnya. Bukankah menjadi pemimpin Negara memang diamanahi untuk berbuat demikian.

(Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster