Hujan Hambat Pembangunan Rumah

6 total views, 3 views today

Ilustrasi Rumah

Ilustrasi Rumah

– Realisasi Pembangunan Hanya 5-10 persen

PALEMBANG KS-Hujan yang mengguyur Kota Palembang sejak tiga pekan terakhir menghambat proyek pembangunan rumah. Biasanya dalam sebulan pihak developer mampu merealisasikan pembangunan rumah hingga 20%, namun kini hanya berkisar 5%-10%.

“Memang hujan sangat memengaruhi sekali proyek pembangunan rumah yang dilakukan. Jika satu rumah dapat selesai dikerjakan 4 bulan. Nah, sejak hujan terus menerus terjadi, pengerjaan rumah dapat selesai hingga 6 bulan,”ujar Direktur PT Graha Anandaya Caledomia Residence, Adam Handoko.

Menurut dia, cuaca yang tidak mendukung merupakan faktor utama dalam pengerjaan proyek pembangunan rumah. Jika hujan berlarut-larut, maka dampaknya sangat dirasakan sebagian besar developer.

Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi demikian dan hanya bisa pasrah menunggu cuaca membaik.

“Rugi juga sih jika pembangunan rumah ini molor akibat hujan melanda. Tapi mau bagaimana lagi. Memang kondisinya seperti itu,”tuturnya.

Saat ini, masih kata dia, pihaknya tengah melakukan pengerjaan proyek perumahan tahap pertama di Calidonia Residence dengan kuantitas sekitar 65unit. Tipe rumah yang dibangun mulai dari tipe 36, 45, 54 hingga tipe 70.

Disamping kondisi cuaca yang kurang mendukung, kata dia, ada beberapa item penting yang sedikit menghantui para developer diantaranya kebijakan Bank Indonesia tiga bulan lalu membatasi orang yang hendak KPR rumah kedua dengan Down Payment (DP) 50% hingga kenaikan suku bunga menjadi 7,5%.

“Tahun 2013 merupakan tahun yang sangat berat bagi developer seperti ekonomi kurang bagus, dollar naik, suku bunga naik, kebijakan BI yang memberatkan hingga indent ditiadakan sebelum pengerjaan pembangunan rumah tercapai 20%,”jelasnya.

Kendati kondisi demikian memengaruhi pertumbuhan pembangunan perumahan hingga 25%, namun pihaknya masih sangat optimis pasar penjualan perumahan tetap ada. Apalagi segmen yang dibidik dari kalangan masyarakat menengah ke atas.

“Kami tetap optimistis pertumbuhan pasar perumahan di Palembang masih sangat potensial. Rumah merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. Apalagi bagi pasangan yang baru menikah,”ucapnya.

Sementara itu, Manajer Peneliti Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Sumbagsel, Sudarta menambahkan kebijakan peningkatan DP rumah ditujukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat ketahanan perbankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, Justru kebijakan itu dibuat untuk melindungi konsumen di sektor properti.

“Kebijakan itu dikecualikan bagi kredit dalam rangka program perumahan dari pemerintah. Soal kenaikan suku bunga ditujukan untuk meredam inflasi yang terus meningkat signifikan pasca kenaikan BBM Juni 2013 lalu. Jika ekonomi makro stabil, maka perlahan suku bunga akan kembali pada level rendah,”jelasnya.

 

TEKS       : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPIYADI

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com