Honorer Tertipu Paranormal

 544 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

*Dijanjikan Lulus PNS

MUARAENIM, KS-Impinan Idil Fitrah bin Saibulham, tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), gagal sudah.

Tak hanya impiannya menjadi abdi negara harus dikubur dalam-dalam, ia juga mengalami kerugian Rp 150 juta. Itu karena, Idil terlalu percaya dengan janji yang disampaikan Welly Nelson (44), seorang paranormal di Muara Bungo, Provinsi Jambi.

Hal ini terungkap saat korban melaporkan kejadian tersebut, ke Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim dengan LP/B-28/I/2014, Senin (20/1). Dalam laporan tersebut, korban menyebut, ia dijanjikan lulus tes CPNS di Kabupaten OKI.  Hanya saja, setelah penguman ternyata tidak lulus tes.

“Padahal, orang tua saya sudah mentrasfer uang sebanyak dua kali dengan nilai masing-masing Rp 75 juta melalui ATM BCA Jalan Sudirman Muaraenim, Rabu (18/12) sekitar pukul 11.00 WIB,” jelas korban.

Ia menyebut kejadian itu berawal, Sabtu (14/12/2013) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu saksi Yuli, menelpon orang tuanya, Petrawan, warga Jalan Mayor Ruslan, Komplek BSD, Blok HI No I RT O5 RW O3, Kelurahan Air Lintang, Kabupaten Muaraenim.

Saksi menanyakan kepada orang tua korban, apakah ada keluarga yang ikut seleksi CPNS. Orang tuanya pun jelas korban menyebut, ada. Saksi kemudian memberikan nomor telpone pelaku. Selanjutnya, orang tua korban menghubungi,  pelaku.  Pelaku kemudian menjanjikan bisa mewujudkan keinginan korban menjadi PNS, dengan syarat menyiapkan uang Rp 150 juta.

Persyaratan tersebut, akhirnya dikabulkan Petrawan, orang tua korban. Uang tersebut oleh Petrawan, di transper dua kali,  pertama Rp 75 juta. Kemudian untuk yang kedua kalinya,  Petrawan meminta istrinya untuk mentrasfer Rp 75 juta lagi melalui ATM BCA.

“Namun saat pengumuman CPNS, nama saya tidak ada dalam CPNS yang lulus tes. Orang tua saya kemudian menghubungi pelaku, namun telpone nya tidak diangkat. Tak lama kemudian, pelaku menghubungi orang tua saya, katanya ia sedang rapat. Keesokan harinya, orang tua saya kembali menghubungi pelaku, kali ini telponenya sudah tidak bisa dihubungi lagi,” bebernya.

Kapolres Muaraenim, AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi ketika di konfirmasi, membenarkan telah menerima laporan korban terkait dugaan penipuan CPNS yang dilakukan pelaku seorang paranormal. “Ya benar, kita menerima laporan korban yang bekerja sebagai honorer di Kabupaten OKI. Pelaku menjanjikan, untuk lulus CPNS di Kabupaten OKI,” ungkap Eryadi.

Untuk lulus CPNS tersebut kata Eryadi, pelaku meminta di transper uang sebanyak Rp 150 juta. Lalu,orang tua korban mentranspernya sebanyak dua kali melalui ATM BCA di Muara Enim. “Guna penyelidikan, kita akan meminta keterangan  korban dan saksi-saksi. Kita akan usut kasusnya, untuk membongkar dugaan penipuan kasus CPNS ini, sekaligus menangkap pelakunya,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster