Uang Korupsi Rp 1,5 M Milik Negara

 236 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi


KAYUAGUNG I KS- Kejaksaan Negeri Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengembalikan kerugian negara Rp 1,5 miliar dari empat kasus korupsi selama 2013.

Subeno, Kepala Kejaksaan Negeri Kayuagung menyebutkan, uang korupsi sebanyak Rp 1,5 miliar itu diantaranya uang kasus korupsi proyek pembangunan pemukiman sarana dan prasaran transmigrasi, melalui program transmigasi Swakarsa Mandiri (TSM) di Desa  Tanah Abang, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir tahun anggaran 2010. Di mana dua  tersangka yakni Janjani selaku pihak ketiga sebagai pemenang tender dan tersangka Dasri Ishak, Mantan Kabid (P4T) Disnakertrans OI.

“Dalam kasus ini  kerugian negara mencapai Rp. 673.680.292 dari total plafon anggaran sebesar Rp. 2,025 miliar,” kata Subeno kepada Kabar Sumatera, Senin (20/1).

Berikutnya kasus pungutan tidak sah dalam Kegiatan Redistribusi Tanah Pertanian tahun anggaran 2008-2009 dan 2009-2010 di Desa Cahaya Mas, Kecamatan Mesuji Makmur, yang melibatkan tiga tersangka, yakni Mantan Kades, Aguswari, Kades aktif Imam Sobandi dan pejabat Badan Pertanahan
Nasional (BPN) OKI Desmon Pardede.

Untuk program sertifikat gratis itu dimanfaatkan tiga tersangka dengan memungut biaya kepada para pemilik lahan. Ketika setifikat selesai, masyarakat yang akan mengambil sertifikat ternyata dipungut oknum kades bervariasi. Mulai dari Rp 1.500.000 sampai Rp 2.000.000 per surat, memang tidak semuanya, hanya sebagian dari 1174 persil tahun 2008 ada 148 persil saja yang di tarik biaya, kemudian pada 2009 dari jumlah 273 persil ada sebanyak 149 persil yang ditarik biaya.

“Pungutan biaya sebanyak Rp 1,5 – Rp 2 juta itu bukan atas inisiatif oknum Kades dan mantan kades saja, tetapi atas inisiatif oknum pegawai BPN juga. Ketiganya terlibat bersama-sama untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari kegiatan tersebut, Esmon  Pardede penerima uang Rp 102.500.000 dari tersangka Agus Wari Rp 41.000.000 dan dari tersangka Imam sebanyak Rp 52.500.000 dan dari saksi sebanyak Rp 12.000.000,” jelas Subeno.

Lalu di kasus penjualan 10 unit handtraktor dari bantuan pemerintah secara gratis tahun 2007 yang dilakukan mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pertanian Lempuing Suratman Soepuan dan mantan Kades Kepahyang, Kecamatan Lempuing, Pujono (48) akibatnya negara dirugikan sebanyak Rp 208.750.000.

Sementara Kasi Pidsus Eddowan menyampaikan, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam mengungkap kasus korupsi baik OKI maupun OI. Jika memang ada tindak pidana korupsi, maka akan  tetap  di usut.

“Sesuai target di tahun 2014 kejari OKI bisa  ungkap 8 kasus korupsi,  4 kasus penyelidikan dan 4 kasus penuntutan. Ada  4 kasus korupsi yang masuk di Kejari Kayuagung di 2013. Tiga  kasus masih dalam penyelidikan dan penyidikan, sementara satu kasus lagi sudah masuk dalam proses pemberkasan,”  bebernya.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster