Tol Kayuagung-Palembang Terganjal Kepres

 274 total views,  2 views today

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

PALEMBANG, KS-Proses pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang masih terus merangkak, karena terganjal dengan Keputusan Presiden (Kepres). Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Eddy Hermanto mengakui jika kelanjutkan pembangunan jalan bebas hambatan tersebut, terhambat karena belum adanya Kepres.

“Keputusan itu merupakan payung hukum, selama pembangunan berlangsung. Karenanya pembangunan jalan tol Palembang-Kayuang, kelanjutannya menunggu Kepres,” kata Eddy yang dibincangi di Pemprov Sumsel, Senin (20/1).

Menurut Eddy, pembangunan tol Kayuagung-Palembang termasuk satu paket dalam proses pembangunan jalan bebas hambatan Palembang-Indralaya (Paliandra). “Kita pastikan jika Sumsel siap membangun mega proyek ini, namun sekali lagi masih harus menunggu Keppres nya keluar, dan kapan itu keluar, nanti kita hubungi presiden dulu,” ujarnya.

Seperti diketahui, rencananya tol tersebut akan dibangun dalam empat lajur, selain panjang 33 km, lebar 50 meter, selain itu juga akan dibangun pintu tol di Simpang Susun (SS) SP Padang STA 13- 300, SS Jejawi STA 23 + 950 dan SS Jakabaring STA 35 + 300 dan barrier gate di Kayuagung. Pembangunan jalan tol Kayuagung– Jakabaring, Palembang, menelan dana Rp2,1 triliun.

Jalan ini sendiri, cikal bakal dari percepatan penyediaan infrastruktur di Sumsel khususnya untuk Sumatera umumnya. ”Jalan tol Kayuagung-Palembang- Betung merupakan yang terpanjang di luar pulau Jawa dan terpanjang kedua adalah jalan tol di Sumatera utara, sepanjang 137 kilometer ini akan dibagi dalam tiga tahap,” ujarnya.

Diperkirakan panjangnya 1.580 Km dan pembangunannya ini dimulai dari Kayuagung, Kabupaten OKI. Pembangunanya sengaja dimulai dari OKI, karena Bumi Bende Seguguk ini dinilai yang paling siap untuk mewujudkan megaproyek ini.

”Pembangunan jalan tol tersebut memang sudah mendesak dan harus dipercepat karena merupakan jalan alternatif, untuk mengurai kemacetan di Jalan Lintas Timur (Jalintim). Kemacetan di ruas jalan Kayuagung-Palembang, juga sudah sangat meresahkan, karenanya jalan tol itu mendesak dibangun,” ujarnya.

Mengenai pembangunan tol Palembang-Indralaya (Palindra), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PU BM) Sumsel, Rizal Abdullah mengakui jika pembebasan tanah akan rampung secepatnya.

Ia mengatakan, pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya akan dibagi menjadi tiga section. Dengan rincian untuk section pertama pembangunan akan dimulai dari Palembang-Pemulutan dengan panjang 7 Km.

Kemudian  section kedua dimulai dari Pemulutan-Desa KTM, dengan panjang 5 Km, sedangkan section tiga dimulai dari Desa KTM-Indralaya dengan panjang 10 Km. “Masing-masing section ini lama pengerjaannya sekitar satu tahun, kita rencanakan akan dimulai serentak, sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cepat. Untuk target beroperasinya kita prediksi pada 2015 mendatang,”  tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster