Perwira Mabes Polri “Hajar” Polisi Polda Sumsel

 335 total views,  2 views today

polisi

PALEMBANG, KS –Entah apa yang dipikiran seorang perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) ini. Tanpa alasan yang pasti, perwira yang berdinas di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menganiaya bawahannya yang bertugas di Polda Sumatera Selatan.

Tidak terima lantaran dirinya telah dipukul oleh atasanya, Brigadir Polisi (Brigpol) Abdul Wazir (34), mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bid Propam Polda Sumsel. Abdul melaporkan AKBP Hendra, yang berdinas Divpropam Mabes Polri.

Dikatakan Brigpol Abdul, peristiwa penganiayaan yang dialaminya bermula saat ia berada di kamar Hotel Novotel Palembang, Sabtu (18/1). Akibat kejadian itu, Abdul menderita luka memar di bagian pipi dan perut.

Luka memar itu diderita usai Wazir dipukuli oleh Hendra. Ia bahkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian itu.

Terungkap di surat laporan polisi (LP), kejadian itu bermula saat Hendra mengajak Wazir dan rekannya, Komisaris Polisi (Kompol) Heri Yuniawan, ke Novotel Palembang.

Tujuannya untuk memintai keterangan kepada Wazir dan Heri dalam rangka pemeriksaan Paminal Mabes Polri kepada anggota polisi.

Mulanya, rekan-rekan Hendra sedang mengambil keterangan terhadap Heri. Hendra sendiri berada di luar kamar, keterangan diambil secara bergantian oleh Hendra dan rekan-rekannya. Sementara Wazir masih menunggu giliran di dalam kamar.

Tiba-tiba, Hendra masuk ke dalam kamar dan berbicara lantang kepada Wazir. Tanpa alasan jelas, Hendra menyuruh Wazir berdiri sembari menghadap tembok kamar. Meski dipenuhi pertanyaan mengapa harus melakukan itu, Wazir tetap mematuhi perintah Hendra.

Saat sudah berdiri sembari menghadap tembok, pipi kiri Wazir tiba-tiba dipukul oleh Hendra satu kali. Setelah itu, Hendra bukannya berhenti dan malah melanjutkan memukul perut Wazir. Akibatnya, pipi Wazir menderita luka memar dan perutnya terasa sakit.

Usai dipukul, Wazir tetap diperintahkan untuk berdiri, sementara Hendra tiba giliran memintai keterangan terhadap Heri. Setelah melontarkan beberapa pertanyaan, Hendra meminta Wazir mendekati dirinya yang sedang memeriksa Heri.

Begitu Wazir sudah dekat, Hendra membisikkan kalimat “Saya ini pernah membunuh dan dipenjara 11 bulan,” sembari menunjukkan tato di lengannya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Polisi (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, membenarkan kejadian itu. Pihaknya menerima laporan  tersebut dan akan mendalami kasus tersebut. Jika benar, Heri bisa diproses secara hukum ataupun pelanggaran disiplin.

“Kejadian berlangsung saat korban dan rekannya sedang dimintai keterangan dalam pemeriksaan Paminal Mabes Polri. Laporan korban masih kita dalami. Jika memang terbukti, akan kita proses secara hukum,” kata Djarod.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster