Penjualan Pakaian Naik 30 Persen

 130 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG | KS-Beberapa pedagang pakaian di Palembang memasang target angka penjualan selama 2014 bakal naik 30 persen. Ini cukup beralasan, sebab tingginya animo konsumen.

Erwin, pedagang grosir pakaian di Pasar 16 Ilir kepada Kabar Sumatera, Senin (20/1) menyebutkan, setiap tahun penjualan pakaian selalu mengalami peningkatan. Namun, pedagang menginginkan peningkatan yang terjadi selalu lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Jika tahun lalu meningkat sekitar 25 persen, maka tahun ini kalau bisa meningkat lebih tinggi dari angka itu,” katanya, Senin (20/1).

Ia berkata, omzetnya yang biasanya berkisar Rp5 juta-Rp15 juta per hari, kalau bisa meningkat lebih tinggi lagi sehingga pedagang bisa meraup keuntungan lebih besar.

Senada dengan Erwin, Wati, pedagang di Pasar Kilometer 5 menyebutkan, ada berbagai macam cara dilakukan pedagang untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan mengikuti tren yang ada.

“Biasanya, setiap tahun selalu ada model baru yang lebih dominan atau tren dibanding yang lain. Penjualan itulah yang akan kami genjot,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pedagang masih mengandalkan pakaian anak-anak dan wanita untuk meningkatkan angka penjualan. Maklum, jenis-jenis pakaian anak-anak dan wanita yang paling banyak diburu konsumen. Model-model pakaian ini pun bervariasi dan selalu ada yang baru sehingga minat konsumen untuk memiliki barang tersebut sangat tinggi. Selain itu, pedagang juga mengandalkan kontribusi penjualan dari perayaan hari-hari besar seperti Lebaran, Imlek, Natal dan Tahun Baru.

Soal harga, dia mengakui, memasuki awal tahun ini, harga pakaian di Medan telah mengalami kenaikan. Namun kenaikannya cukup tipis, yakni sebesar 5 persen dibanding tahun lalu. “Jadi pelanggan tak terlalu diberatkan dengan kenaikan harga yang terjadi,” katanya.

Terkait pasokan, lanjutnya, sebagian besar pakaian yang dijual di pasar Palembang didatangkan dari Pasar Tanah Abang di Jakarta, sebagian lagi didatangkan dari Bandung, Solo dan sejumlah daerah di Jawa selain barang-barang yang diimpor dari luar negeri.
TEKS : AMINUDDIN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster