Kepala Keamanan PT Pertamina Diperiksa 11 Jam

 242 total views,  2 views today

Kepala Keamanan (Sekurity –red), PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih

Kepala Keamanan (Sekurity –red), PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih

INDERALAYA|KS-Tim penyidik dari Polres Ogan Ilir (OI), Senin (20/1), memeriksa Kepala Keamanan (Sekurity –red), PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih, Rahardi, terkait adanya laporan dari H Ahmad selaku kontraktor, ke  Polres OI, beberapa waktu lalu tentang dugaan pencurian pipa minyak.

Rahardi diperiksa petugas selama 7 jam, dan didamping pengacaranya, Jaka Swastika. Rahardi dicecar 11 pertanyaan oleh penyidik terkait pipa minyak tersebut.

Sebelum memeriksa Kepala keamanan, tim penyidik Polres OI juga telah memeriksa General Manager (GM), PT Pertamina EP Asset 2, Tubagus Nasiruddin masih terkait laporan tersebut.

Pengacara Pertamina, Joko Swastika mengatakan, kedatangan kliennya ke Mapolres OI untuk memberikan kerangan sebagai saksi terkait adanya laporan dari pihak H. Ahmad.

“Sebenarnya yang dilaporkan itu bukan pihak Pertamina, tapi pihak PT BWM. Kami diperiksa hanya sebagai saksi,” tuturnya.

Ia menambahkan, kliennya diperiksa dengan 11 pertanyaan yang diajukan oleh pihak penyidik.

Lanjut Joko, pihaknya memastikan, pipa yang dituduhkan tersebut merupakan milik PT Pertamnina. Hal itu dibuktikan dengan adanya bukti-bukti yang cukup kuat.

“Selain itu juga pipa masuk dalam aset negara dan tercatat di Kementrian Keuangan,” ungkapnya.

 

Sementara itu pelapor yakni H. Ahmad mengatakan, dirinya berharap agar kasus tersebut secepatnya selesai dan jangan berlarut-larut. “Intinya kita mau masalah ini selesai. Untuk masalah pipa kita juga punya bukti yang kuat,” singkatnya.

Terpisah, Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatres AKP Suhardiman saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan sebagai saksi terhadap terlapor yakni Kepala Keamanan PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih, Rahardi.

“Ya, kita sudah panggil terlapor dan meminta keterangan sebagai saksi,” singkatnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih dilaporkan ke Polres Ogan Ilir dengan tuduhan melakukan pencurian pipa eks Hindia Belanda  senilai Rp 30 Miliar oleh H Ahmad selaku kontraktor, ke  Polres OI, Senin (9/12).

Warga Jalan Panjaitan No 16 RT 51 RW 15 Plaju Palembang, mengaku sebagai yang berhak mengelola pipa eks Hindia Belanda.

Pelapor H Ahmad mengatakan, dirinya mempunyai dokumen dan mendapatkan kuasa dengan tugas dari Direktur PT Revo Baja Utama Vence Rumangkang dengan nomor surat  229/ST/-VBJ/VIII/2002.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster