“Kami Capek Menunggu Jalan Ini Diperbaiki”

 233 total views,  4 views today

Warga Gotong Royong Perbaiki Jalinsum

Warga Gotong Royong Perbaiki Jalinsum

*Warga Gotong Royong Perbaiki Jalinsum

MUARAENIM, KS-Sebagai bentuk protes tak kunjung diperbaikinya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim, mengambil alih tanggung jawab perbaikan jalan negara tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera, Senin (20/1),  kondisi Jalinsum tersebut memang sudah banyak rusak. Lubang mengangga di sepanjang badan jalan. Kondisi ini tak hanya menganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara kendaraan.

Kesal tak kunjung diperbaikinnya jalan tersebut, warga pun beramai-ramai memperbaiki jalan tersebut secara gotong royong, menggunakan dana dari swadaya masyarakat. Menggunakan peralatan seadanya, warga pun menutup lubang yang ada di badan jalan dengan cara di cor menggunakan semen.

“Kami sudah capek menunggu jalan ini diperbaiki, oleh pemerintah. Jadi kami berinisiatif memperbaikinya sendiri, dengan cara gotong royong,” kata Kepala Desa (Kades) Muara Gula Baru, Rusdiar yang dibincang, Senin (20/1).

Rusdiar menyebut, kondisi kerusakan Jalinsum tepatnya yang berada di desa mereka cukup parah. Lubang yang mengangga menurutnya, sangat membahayakan pengendara kendaraan yang melintas. Apalagi di saat musim hujan saat ini, lubang-lubang tersebut tertutup air hingga bisa menjebak pengendara kendaraan terutama kendaraan roda dua.

Menurut Rusdiar, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di jalan tersebut, yang mengakibatkan pengendaranya luka serius. Hal itu lah menurutnya, yang menggugah warga untuk mengumpulkan dana dan bergotong royong memperbaiki jalan tersebut.

“Kami berhasil mengumpulkan dana, yang dibelikan material untuk memperbaiki jalan ini. Kalau menunggu dari pemerintah, entah kapan diperbaikinya. Kerusakan jalan ini, sebenarnya cukup lama dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakannya disebabkan banyaknya kendaraan bertonase berat seperti truk yang mengangkut batubara, melintas di jalan ini,” ucapnya.

Ia berharap apa yang dilakukan warga desanya itu, bisa menggugah pemerintah dan pengusaha angkutan batubara untuk ikut bertanggung jawab memperbaiki jalan tersebut. “Kita berharap pemerintah dapat cepat dan tanggap memperbaiki jalan negara yang mengalami kerusakan. Demikian juga dengan perusahaan batubara, yang menggunakan jalan negara dengan seenaknya yang melebihi kapasitas,  juga dapat peduli atas kerusakan jalan yang mereka buat,” harap Rusdiar.

Senada diungkapkan  Surman (40), salah seorang warga Desa Gula Baru. Menurutnya, perbaikan jalan negara yang dilakukan mereka tersebut adalah wujud kekecewaan dari lambannya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal sudah banyak korban, yang diakibatkan dari rusaknya jalan tersebut.

“Dari hasil swadaya masyarakat, kami berhasil membeli 20 sak semen, dua kubik pasir dan dua kubik koral.  Pekerjaan perbaikan ini, dilakukan di delapan titik yang cukup parah. Kita berharap melalui kegiatan ini, dapat mengetuk hati pemerintah dan pemilik perusahaan batubara untuk dapat peduli terhadap kerusakan jalan negara,” ucap Surman.

Sementara itu, Reza (40), salah seorang pengguna jalan mengapresiasi atas tindakan yang dilakukan oleh warga Desa Muara Gula Baru, untuk memperbaiki jalan negara yang rusak. Pemerintah menurutnya, harusnya malu. Karena jelas perbaikan jalan yang diharapkan warga terkesan lamban direalisasikan, sehingga membuat warga turun tangan untuk melakukan perbaikan sendiri.

“Aksi yang dilakukan ini patut menjadi contoh dari kelambanan pemerintah dalam bertindak. Kita berharap dikemudian hari, pemerintah dapat lebih tanggap dan cekatan dalam bertindak untuk menanggulangi atau mengatasi keluhan masyarakat,”  tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster